KPK: Integritas Pegawai Kunci Pencegahan Korupsi di BPOM
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menegaskan penguatan integritas pegawai menjadi kunci utama pencegahan korupsi saat membuka kegiatan Pembinaan Mental Nasional BPOM 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan bersamaan dengan perbaikan sistem dan pendidikan karakter agar reformasi birokrasi berkelanjutan.
Integritas individu sebagai fondasi pencegahan
Amir menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Penguatan karakter dan integritas pegawai menjadi fondasi yang menentukan efektivitas sistem pencegahan.
“Semangat pelayanan publik yang profesional dan berintegritas itu menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan korupsi. Ingat bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi itu tidak cukup dengan penghukuman dan penegakan disiplin atau penindakan,”
Pendekatan pencegahan selain penindakan
Selain penindakan, Amir menyebut ada pendekatan lain yang harus dijalankan secara bersamaan. Ia memaparkan bahwa perbaikan tata kelola dan reformasi birokrasi penting untuk menutup celah yang memungkinkan praktik korupsi.
- Perbaikan tata kelola
- Reformasi birokrasi
- Pembangunan dan pembenahan sistem layanan
“Tapi ada dua pendekatan penting lainnya yaitu pendekatan pencegahan melalui perbaikan tata kelola, reformasi, birokrasi dan semua sistem yang dibangun. Tetapi kuncinya pendekatan pertama adalah penguatan individu yang berintegritas,”
Peran pembinaan mental di lingkungan BPOM
Forum pembinaan mental, menurut Amir, berperan penting untuk menanamkan dan menguatkan nilai-nilai integritas dalam keseharian pegawai BPOM. Kegiatan ini ditujukan sebagai langkah awal untuk mendukung reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
Pembinaan diharapkan tidak hanya seremonial, tetapi menjadi proses berulang yang menanamkan pendidikan karakter. Dengan demikian nilai integritas dapat terjaga dalam jangka panjang.
Dampak terhadap kualitas pelayanan publik
Amir mengaitkan integritas pegawai dengan kualitas layanan publik. Ia berharap perbaikan tata kelola dan pembinaan mental akan terwujud dalam pelayanan yang profesional dan berakhlak kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Bagaimana kualitas pelayanan publik yang berakhlak, pelayanan publik yang profesional. Tentunya para pemangku kepentingan dari badan POM, pemerintah, industri dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang prima dan profesional,”
Dengan menempatkan integritas sebagai fokus utama, upaya pencegahan korupsi diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BKN Izinkan ASN Naik Pangkat Melebihi Atasan
BKN memberi izin ASN naik pangkat meski lebih tinggi dari atasan untuk hapus hambatan karier dan dorong sist...
Efisiensi Anggaran Ombudsman Pangkas Pengawasan Pelayanan Publik
Efisiensi anggaran Ombudsman membatasi pengawasan pelayanan publik; lembaga mengusulkan tambahan Rp32,62 mil...
Prabowo Panggil Menteri Bahas Program Strategis di Istana
Presiden Prabowo pimpin rapat terbatas di Istana, 15 Juli 2026, membahas perkembangan program strategis term...
Komisi II Dorong Reformasi ASN Berbasis KPI dan E-Kinerja
Komisi II DPR mendorong reformasi ASN berbasis KPI dan e-kinerja harian untuk memperkuat evaluasi dan mening...
Mensesneg: Jaksa Agung Usulkan Jampidsus Baru, Keppres Diharapkan Segera
Jaksa Agung mengajukan nama pengganti Jampidsus pada 14 Juli 2026; surat sudah diterima Presiden dan Keppres...
Pemerintah: Sekolah Rakyat Wujud Komitmen Bangun SDM Unggul
Pemerintah menyatakan Sekolah Rakyat hasil pembangunan Nindya Karya siap dipakai untuk MPLS 2026/2027 sebaga...