Mendag Perkuat Ekspor Industri Padat Karya
Menteri Perdagangan Budi SantosoSeiko Epson Corporation dan PT Indonesia Epson Industry pada Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta.
Inti pertemuan: dorong ekspor elektronik
Pada pertemuan tersebut, Kemendag mendorong Epson meningkatkan volume ekspor produk elektronik. Langkah ini bagian dari upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing manufaktur padat karya Indonesia.
Diskusi juga menyinggung kelancaran logistik dan kepastian regulasi sebagai faktor penentu iklim usaha bagi eksportir.
Perjanjian dagang sebagai jembatan pasar
Budi menekankan pentingnya memanfaatkan perjanjian dagang untuk memperoleh tarif yang lebih kompetitif di negara tujuan. Ia menyebutkan sejumlah status perjanjian yang dimiliki Indonesia saat ini.
- 20 perjanjian sudah diimplementasikan
- 15 sedang dalam proses ratifikasi
- 11 masih pada tahap negosiasi
"Indonesia memiliki perjanjian dagang yang dapat dimanfaatkan produk-produk Indonesia, termasuk produk Epson. Pemerintah selalu memperjuangkan produk-produk manufaktur padat karya agar dapat memperoleh tarif lebih kompetitif di negara tujuan ekspor,"
Dukungan Kemendag: atase perdagangan dan ITPC
Kemendag menawarkan dukungan melalui jaringan atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara. Budi menyatakan dukungan itu tersedia untuk membantu penyelesaian kendala eksportir di negara tujuan.
"Kemendag memiliki atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Jika ada kendala-kendala di negara tujuan, sepanjang itu produk Indonesia, kami siap membantu,"
Respons Epson dan langkah ke depan
Perwakilan Seiko Epson Corporation, Yamada Yoichi, mengapresiasi dukungan Kemendag. Ia juga menyampaikan masukan terkait kelancaran logistik dan kepastian regulasi untuk memastikan kegiatan ekspor berjalan lancar.
Kemendag menyambut rencana Epson memperluas pasar ke kawasan Afrika dan Timur Tengah. Dorongan ini sejalan dengan strategi membuka pasar nontradisional untuk produk elektronik dan manufaktur padat karya.
Pemerintah berharap sinergi antara regulator dan pelaku usaha mampu meningkatkan volume ekspor dan daya saing produk padat karya Indonesia di pasar global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Jakarta IP Market 2026 Perkuat Lisensi IP Menuju Pasar Global
JIPM 2026 di Fairmont Jakarta (29–30 Juli) berubah jadi platform B2B untuk mempercepat komersialisasi IP Ind...
IHSG Menguat 28,31 Poin pada Penutupan Sesi I, Asing Catat Net Sell
IHSG menguat 28,31 poin pada jeda siang 15 Juli 2026 ke level 6.067,83; asing catat net sell Rp885,58 miliar...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 dan UBS Naik Rp21.000 per Gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik Rp21.000 per gram pada 15 Juli 2026; Galeri24 Rp2.608.000 dan...
IHSG Naik 0,47% ke 6.068 Didukung Sentimen Pajak dan Inflasi AS
IHSG dibuka menguat 0,47% ke 6.068 pada 15 Juli 2026, didorong kebijakan pajak dan inflasi AS yang mereda.
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.064, Masih Bertengger di Rp18.000
Rupiah dibuka menguat ke Rp18.064 pada 15 Juli 2026, tetapi masih bertahan di sekitar Rp18.000 karena tekana...
OJK: Modus Judol Kini Gunakan QRIS hingga Aset Kripto
OJK memperingatkan judi online kini memanfaatkan QRIS, dompet digital, dan kripto; laporan PPATK terkait jud...