IHSG Naik 0,47% ke 6.068 Didukung Sentimen Pajak dan Inflasi AS
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Rabu, 15 Juli 2026. Pada awal perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level 6.068, atau naik 28,51 poin (0,47 persen) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Pembukaan pasar dan pergerakan sektoral
Perdagangan dibuka dengan prospek hati-hati namun positif. Sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,51 persen, sedangkan sektor finansial turun paling dalam, tertekan sebesar 1,67 persen. Level penutupan hari sebelumnya tercatat pada 6.039,52.
Sentimen domestik: kebijakan pajak
Pernyataan Menteri Keuangan terkait keputusan untuk tidak menaikkan tarif pajak menjadi katalis positif pasar. Pernyataan itu dinilai mengurangi risiko beban pajak tambahan bagi korporasi dan menjaga daya saing usaha.
"Semoga saja IHSG dan pasar obligasi kita mampu mengalami kenaikkan," kata tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Tim analis yang sama memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan level support di 6.000 dan resistance di 6.220. Mereka juga mengingatkan adanya risiko koreksi yang perlu dicermati oleh investor.
"Potensi koreksi terbuka, hati-hati dan cermati," tambah Tim Pilarmas.
Pengaruh data eksternal: inflasi AS
Pelaku pasar juga menimbang data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Inflasi tahunan AS pada Juni 2026 tercatat 3,5 persen, turun dari 4,2 persen pada Mei. Inflasi inti turun menjadi 2,6 persen dari 2,9 persen.
Angka inflasi yang mereda menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan mendatang. Kondisi ini memberi sentimen positif bagi pasar saham regional dan domestik.
Respons bursa Asia
Reaksi pasar regional cukup kuat. Indeks Kospi melonjak sekitar 6,3 persen pada pembukaan, sedangkan Kosdaq naik sekitar 4 persen. Di Jepang, Nikkei 225 dan Topix masing-masing menguat sekitar 0,9 persen. Bursa Australia S&P/ASX 200 juga menguat sekitar 0,6 persen.
Perubahan daftar HSC di BEI
Bursa Efek Indonesia menambah 37 saham ke dalam daftar HSC. Menurut riset yang dirilis, sejumlah saham rekomendasi yang masuk daftar antara lain:
- WIFI
- NCKL
- MYOR
- CTRA
- MBMA
Prospek dan rekomendasi
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan fiskal domestik yang bersifat non-inkremental dan meredanya inflasi AS memberi dorongan positif bagi IHSG. Namun, analis mengingatkan bahwa ruang penguatan terbatas dan potensi koreksi tetap ada.
Investor disarankan memantau data inflasi global, keputusan kebijakan moneter, dan rilis korporasi selanjutnya untuk menentukan strategi investasi yang tepat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KAI Gelar Porseni 2026 di Yogyakarta, Diikuti 1.632 Peserta
KAI Group menggelar Porseni 2026 di Yogyakarta pada 14 Juli, diikuti 1.632 peserta dari 17 kontingen untuk m...
KAI Tangani 320 Perlintasan dan Kecam Penganiayaan Petugas
KAI menutup dan menata 320 perlintasan hingga 7 Juli 2026 dan mengecam penganiayaan petugas penjaga perlinta...
GoTo Dukung Penetapan Mitra Ojol Sebagai Pengusaha Mikro
GoTo mendukung rencana pemerintah menetapkan mitra ojol sebagai pengusaha mikro untuk memberi kepastian huku...
LPDB Perkuat Kepatuhan Pembiayaan Syariah lewat Pengawasan Konsultan
LPDB Koperasi menandatangani kontrak konsultan pengawas untuk memperkuat kepatuhan pembiayaan syariah dan ta...
OJK-Komdigi Perkuat Sinergi Putus Ekosistem Judi Online
OJK dan Komdigi gandeng perbankan memutus ekosistem judi online, memperkuat IASC dan menindak jutaan situs u...
DWP Kemenkeu Sosialisasi AD/ART dan Seragam Organisasi
DWP Kemenkeu menggelar sosialisasi AD/ART dan ketentuan seragam pada 14 Juli 2026 untuk menyamakan pemahaman...