Van der Vaart Kritik Prancis Usai Spanyol Menang 2-0
Rafael van der Vaart memuji permainan Spanyol dan melontarkan kritik tajam kepada Prancis setelah La Roja menang 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan pada 15 Juli 2026, usai pertandingan yang menurutnya didominasi Spanyol dari awal hingga akhir.
Spanyol kendalikan laga
Van der Vaart menilai Spanyol kembali menampilkan identitas permainan yang konsisten sepanjang turnamen. Menurutnya, La Roja menguasai bola dan ritme pertandingan sehingga lawan hampir tak punya kesempatan berkembang.
"Mereka pantas sekali menang, mereka bermain seperti yang mereka lakukan sepanjang turnamen, mengendalikan permainan. Lawan sama sekali tidak bisa menyentuh bola sepanjang pertandingan dan hanya memiliki sedikit peluang,"
Kritik keras untuk lini tengah Prancis
Selain memuji Spanyol, Van der Vaart mengkritik lini tengah Prancis yang dianggap gagal menahan intensitas permainan Madridian. Ia menyebut beberapa pemain Prancis kesulitan untuk mengikuti ritme dan hampir tidak memberi kontribusi berarti.
"Rabiot itu seolah-olah sedang berada di komidi putar di pasar malam, masih ada beberapa pemain lain seperti itu. Mereka sama sekali tidak bisa mengendalikan permainan,"
Perumpamaan tersebut menegaskan rasa frustrasi Van der Vaart terhadap performa Adrien Rabiot yang dinilai jauh dari harapan pada laga krusial ini.
Catatan untuk penyerang Prancis
Van der Vaart juga mengkritik ketidakstabilan permainan Ousmane Dembélé. Menurutnya, Dembélé sering tampil naik turun dan sulit mempertahankan performa di level tertinggi sepanjang pertandingan.
"Dembélé, kamu selalu merasa entah dia tampil seperti pemain kelas dunia atau justru seperti pemain amatir. Hampir tidak ada yang di antaranya,"
Reaksi tambahan dari legenda lain
Mantan penyerang Belanda, Pierre van Hooijdonk, ikut memberi pujian kepada Spanyol meski awalnya menjagokan Prancis. Ia menyorot bagaimana La Roja meredam lini depan Les Bleus sehingga penyerang Prancis kehilangan tajinya.
"Sepertinya Prancis sedang mengalami hari yang kurang bagus, namun, itu justru meremehkan Spanyol. Mereka berhasil mengungkap kelemahan Prancis,"
"Mereka hanya terjebak dalam pola permainan yang berputar-putar. Dan, tidak mampu menciptakan ancaman berarti,"
Kritik dan pujian dari kedua legenda tersebut menambah perdebatan publik soal performa Prancis dan kualitas pengendalian permainan Spanyol pada laga semifinal. Komentar ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi tim Prancis menjelang pertandingan berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
UPI dan STKIP Pasundan ke Final Campus League Futsal Bandung 2026
UPI dan STKIP Pasundan melaju ke final Campus League Futsal Bandung 2026 setelah menundukkan UIN SGD dan UNW...
Seluruh Tiket Final DBL Jakarta 2026 Ludes dalam 47 Jam
Seluruh tiket Final Honda DBL Jakarta 2026 habis terjual; presale ludes dalam 1 jam dan semua tiket habis da...
MilkLife Strikers Juara Singa Cup 2026 Girls U12
MilkLife Strikers juara Singa Cup 2026 Girls U12 setelah menang 2-1 atas Selangor FC Academy A di Singapura,...
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Bungkam Lion City 6-1
MilkLife Strikers menaklukkan Lion City Sailors 6-1 di Singa Cup 2026, berkat hattrick Ika Wonda dan permain...
SDN 021 Ciporeat dan SDN 075 Jatayu Juara MLSC Bandung 2026
SDN 021 Ciporeat (KU12) dan SDN 075 Jatayu (KU10) keluar sebagai juara MLSC Bandung Seri 1 2026 setelah fina...
Perawatan Sepeda Motor setelah Honda Bikers Day Ambarawa
Bikers HBD Ambarawa disarankan cuci, cek oli, rem, ban, rantai, dan CVT; lakukan servis di AHASS bila perlu...