Kemenpar: Event Pariwisata Putar Ekonomi Rp661 Miliar
Kementerian Pariwisata melaporkan penyelenggaraan event pariwisata pada 2026 mendorong perputaran ekonomi hingga Rp661,15 miliar. Data disampaikan Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Menpar menegaskan kontribusi tersebut datang dari 17 event nasional dan 8 event internasional yang didukung kementerian.
Dampak ekonomi dari event nasional dan internasional
Menurut Kementerian Pariwisata, kombinasi event nasional dan internasional menarik lebih dari 614.000 pengunjung. Perhitungan internal menyatakan total perputaran ekonomi mencapai Rp661,15 miliar.
Penyelenggaraan 17 event nasional dan 8 event internasional yang didukung Kementerian Pariwisata menarik lebih dari 614.000 pengunjung. Berdasarkan perhitungan juga diperoleh estimasi perputaran ekonomi sebesar Rp661,15 miliar
Angka tersebut menunjukkan event tidak hanya berfungsi sebagai promosi pariwisata, tetapi juga menjadi motor pengeluaran di daerah penyelenggaraan. Dampak langsung mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, dan aktivitas UMKM lokal.
Karisma Event Nusantara (KEN): cakupan dan hasil sementara
Widiyanti menyebut program Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu andalan. Hingga 30 Juni 2026, tercatat 39 event KEN terlaksana, dengan 28 event yang sudah selesai dikaji dampaknya.
Hingga tanggal 30 Juni 2026 sebanyak 39 event terlaksana dengan 28 di antaranya sudah selesai dikaji dampaknya
Hasil kajian awal menunjukkan 28 event KEN menarik total 2,46 juta pengunjung. Selain itu, kegiatan ini melibatkan lebih dari 7.200 pelaku UMKM serta menyerap lebih dari 61.000 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
Bahkan penyelenggaraan sebanyak 28 KEN tersebut berhasil memikat 2,46 juta pengunjung serta melibatkan lebih dari 7.200 UMKM. Selain itu, menyerap lebih dari 61.000 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas
Total perputaran ekonomi dari penyelenggaraan KEN tercatat sebesar Rp196,97 miliar. Angka ini menggambarkan bagaimana program terpadu dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal dan nasional.
Proyeksi hingga akhir tahun dan implikasi
Kementerian Pariwisata optimistis kontribusi event terhadap perekonomian akan meningkat sampai akhir 2026. Widiyanti menyatakan keyakinan tersebut menyusul rencana penyelenggaraan event lanjutan di beberapa daerah.
Kami meyakini hingga akhir tahun 2026 penyelenggaraan event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional
Untuk pelaku daerah dan pelaku usaha lokal, hasil ini menandakan peluang peningkatan pendapatan dari kegiatan pariwisata terencana. Ke depan, pemantauan dampak ekonomi dan keterlibatan UMKM menjadi kunci dalam meningkatkan manfaat ekonomi dari setiap event.
Dengan bukti angka tersebut, Kemenpar berharap event pariwisata terus diprioritaskan sebagai strategi pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BKN Izinkan ASN Naik Pangkat Melebihi Atasan
BKN memberi izin ASN naik pangkat meski lebih tinggi dari atasan untuk hapus hambatan karier dan dorong sist...
KPK: Integritas Pegawai Kunci Pencegahan Korupsi di BPOM
KPK menilai penguatan integritas pegawai BPOM kunci pencegahan korupsi; pembinaan mental dan reformasi birok...
Efisiensi Anggaran Ombudsman Pangkas Pengawasan Pelayanan Publik
Efisiensi anggaran Ombudsman membatasi pengawasan pelayanan publik; lembaga mengusulkan tambahan Rp32,62 mil...
Prabowo Panggil Menteri Bahas Program Strategis di Istana
Presiden Prabowo pimpin rapat terbatas di Istana, 15 Juli 2026, membahas perkembangan program strategis term...
Komisi II Dorong Reformasi ASN Berbasis KPI dan E-Kinerja
Komisi II DPR mendorong reformasi ASN berbasis KPI dan e-kinerja harian untuk memperkuat evaluasi dan mening...
Mensesneg: Jaksa Agung Usulkan Jampidsus Baru, Keppres Diharapkan Segera
Jaksa Agung mengajukan nama pengganti Jampidsus pada 14 Juli 2026; surat sudah diterima Presiden dan Keppres...