Ekonomi

IHSG Menguat 0,20% ke 6.051,62 Didukung Inflasi AS Turun

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menutup di level 6.051,62 pada 15 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,20 persen ke level 6.051,62 pada Rabu, 15 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia. Penguatan didorong sentimen global berupa data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah serta pergerakan positif bursa regional. Aktivitas perdagangan juga relatif tinggi sepanjang sesi.

Pergerakan pasar dan data perdagangan

IHSG dibuka pada level 6.068,03, sempat mencapai tertinggi di 6.081,23 dan menyentuh titik terendah 6.007,17 sebelum menutup di zona hijau. Pergerakan intraday menunjukkan fluktuasi sejalan dengan sentimen global dan berita komoditas.

Indikator Nilai
Penutupan IHSG 6.051,62 (naik 12,10 poin / 0,20%)
Pembukaan 6.068,03
Tertinggi 6.081,23
Terendah 6.007,17
Volume transaksi 25,04 miliar saham
Nilai transaksi Rp9,46 triliun
Frekuensi 1,81 juta kali

Breadth pasar

  • 327 saham menguat
  • 285 saham melemah
  • 183 saham tidak berubah

Sentimen global: inflasi AS dan ekspektasi suku bunga

Data inflasi tahunan AS tercatat turun menjadi 3,5 persen pada Juni 2026, dari 4,2 persen pada Mei. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar 3,8 persen, sehingga meredam kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga agresif The Fed.

Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar dan mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.

- Tim Pilarmas Investindo Sekuritas

Pilarmas juga mencatat Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmen bank sentral AS menjaga stabilitas harga, namun belum memberi sinyal kebijakan yang lebih agresif. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 50 persen kenaikan suku bunga pada September, dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran dan tekanan pada harga minyak.

Sentimen domestik dan prospek

Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak untuk meningkatkan penerimaan. Kebijakan ini dipandang positif oleh pelaku usaha karena membantu mempertahankan daya saing perusahaan dan mencegah peningkatan beban pajak.

Pilarmas menilai fokus pemerintah pada perluasan basis pajak melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibandingkan kenaikan tarif pajak. Ke depan, IHSG diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan inflasi AS, harga minyak, serta kebijakan fiskal domestik.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait