Rahayu Saraswati: TMII Jadi Jendela Budaya Indonesia
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menilai revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memperkuat fungsi kawasan sebagai jendela budaya Indonesia. Kunjungan kerja berlangsung di anjungan Kalimantan Selatan, TMII, Jakarta Timur, Kamis, 3 September 2026. Rombongan melihat langsung pembenahan area dan suasana pasca-revitalisasi.
Revitalisasi dan suasana lebih hijau
Rahayu menyebut perbaikan membuat kawasan terasa lebih nyaman dan berkelanjutan. Ia menyoroti kebijakan melarang kendaraan pribadi masuk sehingga area lebih rindang. Semua kendaraan operasional kini menggunakan tenaga listrik, menurut pengamatannya.
Kami sangat bangga melihat banyak perbaikan, apalagi sekarang kawasan lebih hijau karena kendaraan pribadi tidak boleh masuk sini. Semua kendaraan menggunakan energi listrik, sehingga suasana menjadi lebih hijau dan berkelanjutan.
Anjungan daerah sebagai ruang pengenalan budaya
Dalam kunjungan itu, Rahayu melihat anjungan provinsi berperan sebagai sarana edukasi budaya bagi pengunjung yang belum berkesempatan ke tiap daerah. Meski sebagian provinsi belum terwakili karena pemekaran, anjungan tetap memberi gambaran beragam identitas daerah.
Ini kesempatan untuk melihat Indonesia melalui TMII, termasuk Maluku dan Kalimantan Utara, tanpa harus mengunjungi provinsinya terlebih dahulu. Anjungan ini bisa memberi gambaran luar biasa tentang daerah, sekaligus membuka ruang promosi budaya dan pariwisata lokal.
Kegiatan budaya dan promosi pariwisata lokal
Selain menampilkan arsitektur khas tiap provinsi, TMII juga menyelenggarakan beragam aktivitas. Pengunjung dapat menemukan kerajinan lokal, wastra, dan kuliner nusantara di satu kawasan. Rahayu mendorong pemerintah daerah memperkuat anjungan sebagai etalase potensi wisata.
- Kriya dan kerajinan tradisional
- Pameran dan penjualan wastra
- Sajian kuliner khas daerah
Ruang publik untuk aktivitas masyarakat
Rahayu juga memuji perusahaan pengelola yang terus melakukan pembaruan bertahap. Menurutnya, TMII kini bukan hanya tempat wisata budaya, tetapi juga ruang terbuka hijau untuk aktivitas keseharian. Ia memberi contoh pengalaman pribadinya berolahraga di area TMII.
Kalau pagi, saya pribadi pernah lari di sini, jadi kawasan ini sangat cocok untuk kegiatan selain mengunjungi anjungan. TMII bukan sekadar tempat berkunjung, tetapi ruang untuk menikmati budaya, beraktivitas, dan mengenal Indonesia secara lebih dekat.
Komisi VII berharap pembenahan ini berkelanjutan sehingga TMII terus berfungsi sebagai pintu masuk budaya bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Penguatan anjungan dan program promosi daerah dinilai kunci untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman publik terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenhub Siapkan Rp2,06 T untuk Layanan Transportasi Laut 2027
Kemenhub mengalokasikan Rp2,06 triliun untuk layanan transportasi laut 2027, meliputi angkutan perintis, tol...
Bakom: Komunikasi Program Pemerintah Harus Dijalankan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan komunikasi kebijakan harus dijalankan agar program pemerintah men...
MenHAM Ingatkan RUU Perampasan Aset Lindungi Hak Milik
MenHAM Natalius Pigai minta RUU Perampasan Aset dirumuskan proporsional, lindungi hak milik dan berbasis put...
DPR: Korporasi Pelanggar Kawasan Hutan Wajib Rehabilitasi
Komisi IV DPR minta korporasi pelanggar hutan tak hanya didenda tetapi wajib memulihkan lahan; sekitar 30 en...
Kapolri: Pramuka PUI Wadah Cetak Pemimpin Masa Depan
Kapolri Listyo Sigit mengatakan Pramuka PUI adalah wadah strategis untuk mencetak pemimpin saat Kemah Nasion...
Kualanamu Tetap Beroperasi, Kemenhub Pantau Abu Vulkanik Sinabung
Kualanamu tetap buka meski Gunung Sinabung erupsi; Kemenhub pantau pergerakan abu vulkanik dan koordinasi de...