Kemenhub Siapkan Rp2,06 T untuk Layanan Transportasi Laut 2027
Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp2,06 triliun pada 2027 untuk memperkuat layanan transportasi laut. Dana ini ditujukan untuk angkutan perintis, tol laut, angkutan ternak, dan angkutan rede. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis 3 September 2026.
Rincian alokasi dan tujuan
Masyhud menjelaskan alokasi itu dimaksudkan untuk membiayai layanan publik dan program keperintisan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Anggaran untuk layanan perintis ini termasuk 107 layanan yang terdiri dari penugasan dan layanan swasta.
Pelayanan transportasi laut sebesar Rp2,06 triliun, antara lain pelayanan perintis, angkutan barang/tol laut. Kemudian, angkutan ternak, angkutan rede, dan kegiatan lainnya.
Menurut paparan Ditjen Perhubungan Laut, rincian layanan yang ditopang anggaran tersebut adalah sebagai berikut:
- 107 layanan keperintisan, terbagi menjadi 30 layanan penugasan dan 77 layanan swasta
- 42 layanan angkutan barang (tol laut)
- 6 layanan angkutan ternak
- 17 layanan angkutan rede
Pagu Ditjen dan proporsi prioritas
Secara keseluruhan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp9,82 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp7,01 triliun dialokasikan untuk Program Infrastruktur Konektivitas dan Rp2,81 triliun untuk Program Dukungan Manajemen.
Masyhud menegaskan sebagian besar anggaran diarahkan ke kegiatan yang bersifat wajib berdasarkan skala prioritas. Ia menyebutkan bahwa 86,48 persen atau sebesar Rp8,49 triliun dari pagu Ditjen Perhubungan Laut sudah dialokasikan untuk kegiatan wajib tersebut.
Komponen program infrastruktur
Selain alokasi Rp2,06 triliun untuk layanan publik laut, Program Infrastruktur Konektivitas juga mencakup beberapa komponen lain. Alokasi yang tercatat meliputi:
- Program keselamatan dan keamanan transportasi laut sebesar Rp765 miliar
- Infrastruktur konektivitas transportasi laut sebesar Rp3,71 triliun
- Kegiatan penunjang teknis sekitar Rp462,72 miliar
Dalam paparannya, Ditjen Perhubungan Laut menyebut kebutuhan total anggaran 2027 mencapai sekitar Rp16,65 triliun. Sebelumnya pagu indikatif tercatat sekitar Rp10,81 triliun, sementara pagu akhir yang diperoleh adalah Rp9,82 triliun. Pagu Ditjen ini merupakan bagian dari pagu Kemenhub 2027 sebesar Rp32,93 triliun.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Menurut Kemenhub, penguatan anggaran diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, pelayanan publik, dan konektivitas nasional. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Juli 2026 juga menegaskan bahwa layanan angkutan perintis akan tetap berjalan hingga akhir tahun anggaran untuk menjaga konektivitas wilayah yang belum terlayani angkutan komersial.
Rencana anggaran ini masih dibahas dalam rangkaian pembahasan pagu antara Kemenhub dan Komisi V DPR RI berdasarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2027. Keputusan akhir akan menentukan kelanjutan layanan dan realokasi prioritas pada tahun anggaran mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...