Ekonomi

Purbaya Pakai Base Money (M0) untuk Pantau Likuiditas

Bagikan:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara di Gedung Parlemen Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menggunakan base money atau M0 sebagai indikator utama untuk memantau likuiditas sistem keuangan. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Menurutnya, indikator ini dinilai lebih mampu menggambarkan kondisi likuiditas secara menyeluruh dibanding rasio tradisional.

Mengapa base money dipilih

Purbaya mengatakan pemerintah tidak lagi mengandalkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK). Ia menilai indikator itu kerap menutup kondisi sebenarnya di perbankan. Oleh sebab itu, ia memilih menggunakan angka base money untuk melihat gambaran likuiditas yang lebih lengkap.

"AL/DPK itu semu, kadang-kadang bagus terus, perbankannya kurang uang saja enggak tahu kadang-kadang angkanya. Jadi saya enggak pakai itu, saya pakai angka yang lain, yakni pakai base money,"

Data terkini base money

Purbaya menjelaskan base money atau primary money dapat mencerminkan kondisi likuiditas sistem keuangan secara lebih menyeluruh. Ia menyebut pertumbuhan base money pada akhir Juli 2026 mencapai 18,3 persen. Angka ini menjadi salah satu acuan pemerintah untuk memantau ketersediaan likuiditas di pasar.

"Base money, M0, atau primary money, selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan seluruhnya. Akhir Juli 2026 sudah capai 18,3 persen itu pertumbuhan base money-nya," ucapnya.

Koordinasi dengan Bank Indonesia

Purbaya menegaskan pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga kondisi likuiditas. Kerja sama ini diharapkan membuka ruang agar perbankan memperoleh likuiditas yang lebih baik dan stabil.

"Jadi saya pikir dengan koordinasi lebih baik antara keuangan dengan bank sentral (BI). Ruang bagi kita untuk menciptakan kondisi likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar," katanya.

Dampak pada sektor swasta

Lebih lanjut, Purbaya berharap likuiditas yang membaik dapat mendorong pertumbuhan sektor swasta. Ia menilai sektor non-government memiliki peluang untuk tumbuh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya jika ketersediaan likuiditas terjaga.

Dengan peralihan pengukuran ke base money (M0) dan penguatan koordinasi kebijakan, pemerintah menargetkan kondisi pasar uang yang lebih transparan dan mendukung pemulihan aktivitas ekonomi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait