Tender Jembatan Krueng Baru Rp134,999 Miliar Molor, TTI Desak Klarifikasi
Tapaktuan — Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti molornya proses tender proyek penggantian Jembatan Krueng Baru senilai Rp134,999 miliar yang menghubungkan Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya. Tender diumumkan pada 4 Mei 2026, tetapi hingga pertengahan Juli 2026 pemenang belum diumumkan.
Keterlambatan dibanding jadwal resmi
Dalam dokumen pemilihan tercantum tahapan evaluasi penawaran berlangsung sejak 12 Mei hingga 5 Juni 2026. Menurut jadwal itu, panitia pengadaan semestinya sudah menetapkan pemenang pada awal Juni 2026 sehingga proses sanggah, penandatanganan kontrak, dan pelaksanaan pekerjaan dapat segera berjalan.
Sorotan TTI dan permintaan keterbukaan
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan publik karena tidak sesuai jadwal yang diumumkan. TTI meminta penjelasan terbuka jika ada perubahan jadwal atau tahapan tambahan seperti klarifikasi, pembuktian kualifikasi, atau evaluasi teknis.
“Publik berhak mengetahui apa yang menyebabkan proses tender ini belum juga menghasilkan pemenang. Jika memang ada tahapan tambahan yang harus dilakukan, sebaiknya disampaikan secara terbuka agar tidak memunculkan berbagai spekulasi,”
Kutipan tersebut disampaikan Nasruddin di Tapaktuan pada Rabu (15/7).
Kompleksitas dan potensi dampak
TTI mencatat tender diikuti oleh 18 perusahaan. Banyaknya peserta dapat memperpanjang proses evaluasi karena tingkat persaingan dan verifikasi dokumen yang lebih kompleks.
Meski demikian, menurut TTI, kompleksitas tidak boleh mengorbankan prinsip keterbukaan informasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya untuk proyek bernilai besar yang dibiayai oleh APBN.
Penetapan pemenang yang tertunda berpotensi mempersempit waktu pelaksanaan bagi kontraktor. Kondisi ini dapat mengganggu percepatan pembangunan dan berisiko memengaruhi kualitas apabila pekerjaan harus dikejar dalam waktu singkat.
Desakan penjelasan resmi ke BP2JK
Nasruddin menegaskan bahwa sorotan TTI bukan merupakan tuduhan pelanggaran. Organisasi itu hanya mendorong Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Aceh memberikan penjelasan resmi tentang alasan keterlambatan agar proses pengadaan tetap transparan dan akuntabel.
“Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pengadaan pemerintah. Penjelasan resmi akan menghilangkan berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat,”
Langkah tindak lanjut
TTI menyatakan akan terus memantau perkembangan tender hingga pemenang diumumkan dan kontrak pekerjaan ditandatangani. Organisasi berharap proyek ini segera memasuki tahap pelaksanaan agar pembangunan infrastruktur yang dinantikan masyarakat Aceh Selatan tidak mengalami keterlambatan lebih lanjut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Perda Medan: Penanggulangan Kemiskinan Lebih dari Bantuan Sosial
Syaiful Ramadhan: penanggulangan kemiskinan di Medan wajib memenuhi hak warga menurut Perda No.5/2015, bukan...
Bupati Asahan Lepas Tim Sepakbola Guru ke Piala Gubsu
Bupati Asahan melepas tim sepakbola beranggotakan guru sebanyak 21 pemain untuk berlaga di Piala Gubernur Su...
Sergai FC Menang 4-3 atas Senayan FC di Laga Persahabatan
Sergai FC, diperkuat Wabup Adlin Tambunan, menekuk Senayan FC 4-3 dalam laga persahabatan Jumat sore di lapa...
Duta GenRe Sumut 2026 Dipilih, 34 Finalis Siap Beraksi
Grand Final Duta GenRe Sumut 2026 memilih 34 finalis dari 250 pendaftar untuk bersaing menjadi 12 duta yang...
Duta GenRe Sumut 2026 Terpilih, Siap Perkuat Peran Remaja
Grand Final Duta GenRe Sumut 2026 pilih 12 pemenang dari 34 finalis; targetnya memperkuat peran remaja dalam...
Peserta Sarasehan di Medan Tekankan Peran MPR RI dalam Menjaga Konstitusi
Peserta sarasehan di Medan mendesak penguatan pemahaman peran MPR RI untuk meningkatkan kesadaran konstitusi...