BRIN Kembangkan Teknologi ANG yang Bisa Pangkas Subsidi LPG Rp26 T
Jakarta. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Adsorbed Natural Gas (ANG), teknologi penyimpanan gas yang diklaim dapat mengurangi belanja subsidi LPG hingga Rp 26 triliun per tahun dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam domestik. Pengembangan dipacu setelah arahan Presiden pada pertemuan di Istana, dengan target uji pilot selesai pada 2026 dan komersialisasi dimulai 2027.
Bagaimana teknologi ANG bekerja
Teknologi ANG menyimpan gas alam dalam material berpori yang disebut adsorben. Metode ini memungkinkan penyimpanan gas jauh lebih banyak pada tekanan relatif rendah dibandingkan silinder CNG konvensional. BRIN menyebut teknologi ini mampu menyimpan gas pada tekanan hanya 30 bar namun memberikan kapasitas yang secara signifikan lebih tinggi.
Keunggulan ini bukan hanya soal kapasitas. Penyimpanan pada tekanan lebih rendah meningkatkan aspek keselamatan, serta berpotensi menurunkan biaya transportasi dan distribusi sehingga gas alam lebih layak digunakan di rumah tangga.
Potensi penghematan subsidi dan dampak pada konsumsi rumah tangga
BRIN mengestimasi bahwa jika ANG diadopsi secara luas sebagai bahan bakar rumah tangga, beban subsidi LPG dapat berkurang besar.
"Based on our preliminary calculations, this technology has the potential to reduce LPG subsidy costs by around Rp 26 trillion per year,"
BRIN juga memaparkan bahwa silinder setara ukuran 3 kilogram LPG bisa menyediakan bahan bakar lebih lama. Menurut perhitungan BRIN, durasi pakai dapat meningkat sekitar 1,5 kali lipat.
"If a 3-kilogram LPG cylinder normally lasts around 10 days, ANG technology could extend its use to approximately 15 days, or about 1.5 times longer,"
Peneliti masih terus berupaya meningkatkan kapasitas penyimpanan dengan target menggandakan kemampuan penyimpanan di masa depan.
Kolaborasi dan percepatan pengembangan
Proyek ini merupakan salah satu unggulan BRIN dan dikembangkan melalui kerja sama laboratorium dengan Susumu Kitagawa, yang disebut sebagai pemenang Hadiah Nobel Kimia 2025. Presiden telah meminta BRIN untuk mempercepat pengembangan teknologi ini sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.
"CNG is abundant in Indonesia, but at the same time we remain heavily dependent on imported LPG,"
Jadwal dan prospek ke depan
BRIN menargetkan uji pilot selesai pada 2026, lalu memulai introduksi komersial pada 2027. Jika berjalan sesuai rencana, ANG dapat menjadi alternatif bahan bakar rumah tangga yang memanfaatkan sumber daya gas alam dalam negeri.
Adopsi teknologi ini akan berdampak pada rantai pasok energi domestik, potensi penurunan impor LPG, serta pengurangan beban fiskal terkait subsidi. Namun, keberhasilan komersialisasi bergantung pada hasil uji pilot, kesiapan industri, serta kebijakan pendukung dari pemerintah.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...