Tari Enggang Sambut Kedatangan Presiden Belarus di Istana Merdeka
Tari Enggang dari Kalimantan Timur menjadi sorotan saat menyambut kedatangan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Upacara penyambutan kenegaraan berlangsung sebelum pertemuan bilateral antara Presiden Lukashenko dan Presiden Prabowo Subianto.
Sambutan kenegaraan dan prosesi
Presiden Lukashenko tiba di komplek Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.25 WIB dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo di halaman Istana Merdeka. Prosesi resmi menampilkan rangkaian upacara negara, termasuk pertunjukan tarian daerah sebagai bentuk penghormatan.
Tari Enggang sebagai simbol penghormatan
Para penari mengenakan busana adat khas Kalimantan Timur saat membawakan Tari Enggang di hadapan delegasi Belarus. Penampilan ini dipilih untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia dan memberi penghormatan kepada tamu kenegaraan.
Makna budaya Tari Enggang
Tari Enggang berasal dari tradisi masyarakat Dayak dan sarat makna simbolis. Awalnya tarian ini dianggap sebagai penghormatan kepada leluhur yang turun menyerupai burung enggang. Seiring waktu, fungsinya meluas menjadi tarian penyambutan bagi pahlawan dan tamu kehormatan.
Diplomasi budaya dalam penyambutan
Penayangan tarian daerah di acara kenegaraan menunjukkan strategi diplomasi budaya yang konsisten. Melalui seni tradisional, Indonesia memperkenalkan identitas budaya kepada tamu asing sekaligus menegaskan simbol kehormatan dalam protokol negara.
Agenda pertemuan bilateral
Setelah prosesi penyambutan, kedua pemimpin melanjutkan pertemuan bilateral. Diskusi dijadwalkan membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan Belarus pada beberapa bidang strategis.
Ruang lingkup kerja sama
Poin-poin kerja sama yang akan dibahas meliputi beberapa sektor penting, antara lain:
- ekonomi dan perdagangan
- pertahanan
- pertanian dan ketahanan pangan
- sektor strategis lainnya
Pertemuan ini diharapkan mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari tiga dekade, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang strategis.
Penggunaan tarian tradisional dalam prosesi kenegaraan menegaskan peran budaya sebagai instrumen diplomasi, sekaligus memperkaya agenda kunjungan resmi kedua kepala negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPPA Dorong Transformasi Digital Pendidikan demi Perlindungan Anak
Kementerian PPPA mendorong transformasi digital pendidikan untuk layanan belajar berkualitas dan perlindunga...
Enam Karya Sastra Klasik Indonesia Tampil di Abu Dhabi 2026
Kementerian Kebudayaan membawa enam karya sastra klasik berbahasa Inggris ke Abu Dhabi International Book Fa...
Legislator Minta Kedaulatan Energi Listrik di Daerah Batubara
Syarif Fasha mendesak pemerintah wujudkan kedaulatan energi listrik di daerah penghasil batubara seperti Jam...
Survei: Lagu Viral Pengaruhi Persepsi Publik terhadap Bahlil dan Golkar
Survei Citra Institute: lagu "Mas Bahlil Ganteng" mengubah sentimen publik—Bahlil turun ke 70% sedangkan Gol...
Kepala BPOM Minta Dukungan PANRB Perkuat Layanan di MPP
Kepala BPOM Taruna Ikrar minta dukungan PANRB untuk perkuat layanan BPOM di 141 MPP guna atasi isu SDM, orga...
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana di Sumatra
Pemerintah percepat pembangunan hunian tetap untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar; usulkan kenaik...