Legislator Minta Kedaulatan Energi Listrik di Daerah Batubara
Anggota Komisi XII DPR, Syarif Fasha, mendesak pemerintah mewujudkan kedaulatan energi listrik di daerah penghasil batubara pada Jumat, 3 Juli 2026. Ia menilai sejumlah wilayah penghasil batubara belum mandiri dalam pasokan listrik dan masih mengandalkan interkoneksi dari provinsi lain.
Contoh nyata: Jambi dan Kalimantan
Fasha menyorot Provinsi Jambi sebagai contoh utama. Meski memiliki cadangan batubara besar, Jambi masih bergantung pada interkoneksi dari Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.
Ia juga menyebut kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah Kalimantan. Menurutnya, meski sumber daya batubara melimpah, beberapa daerah di Kalimantan masih mengalami pemadaman bergilir.
"Jambi itu energinya, sumber energinya besar, tetapi masih interkoneksi mengandalkan sumber dari Sumatera Selatan dan Sumbar. Kapan di Jambi ini akan berdaulat energinya?"
Desakan pembangunan infrastruktur di luar Jawa
Fasha meminta agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Ia menekankan pentingnya pemerataan investasi untuk meningkatkan kemandirian energi di daerah penghasil sumber daya.
"Indonesia bukan hanya punya Pulau Jawa, tetapi ada Sumatra, ada Kalimantan, ada Papua. Ini yang perlu disikapi karena belum menikmati keandalan pasokan listrik yang setara,"
Tuntutan ke PLN: tingkatkan keandalan dan ketahanan
Politikus tersebut mengingatkan agar PLN memperkuat keandalan dan ketahanan pasokan listrik nasional. Fokusnya pada sistem Jamali (Jawa-Madura-Bali), Sumatera, Kalimantan, dan wilayah lain agar mengurangi risiko blackout atau pemadaman bergilir.
Ia menegaskan perlunya strategi teknis dan investasi untuk memperbaiki jaringan, kapasitas pembangkit lokal, dan cadangan energi di daerah penghasil batubara.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Permintaan ini menempatkan perhatian pada ketimpangan pasokan listrik antarwilayah. Jika direspon, langkah selanjutnya perlu meliputi peninjauan rencana kelistrikan regional dan percepatan proyek pembangkit serta transmisi di daerah penghasil energi.
Secara ringkas, desakan Syarif Fasha menuntut kebijakan yang mengarah pada pemerataan infrastruktur listrik nasional agar daerah penghasil sumber daya bisa menikmati kedaulatan energi secara nyata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wapres Tinjau SD Inpres 76 Wairklau Pastikan Pendidikan Pascabencana
Wapres Gibran meninjau SD Inpres 76 Wairklau pada 20 Agustus 2026 untuk memastikan pendidikan anak tetap jad...
Kemenhub Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Distribusi via KM Tidar
Kemenhub menggalang bantuan ASN untuk korban gempa NTT (15-22 Agustus 2026) dan kirim lewat KM Tidar ke Flor...
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak
Polri raih rekor MURI lewat penanaman bawang putih serentak di 279,53 ha, melibatkan 59 Polres di 14 Polda,...
GMF Rampungkan Modernisasi Hercules C-130H A-1319
GMF menyelesaikan modernisasi Hercules C-130H A-1319, memperpanjang masa operasional hingga 20 tahun dan men...
Wapres Gibran Tinjau Gempa NTT, Libatkan Mahasiswa untuk Trauma Healing
Wapres Gibran bertolak ke NTT 20 Agustus 2026 untuk memantau penanganan gempa; mahasiswa dilibatkan dalam tr...
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...