Enam Karya Sastra Klasik Indonesia Tampil di Abu Dhabi 2026
Kementerian Kebudayaan akan membawa enam karya sastra klasik Indonesia yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris ke Abu Dhabi International Book Fair 2026. Pengumuman ini disampaikan pada acara Sasana: Membaca Klasik Indonesia di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Program terjemahan dan penyiapan karya
Enam karya tersebut diterjemahkan melalui Laboratorium Penerjemah Sastra yang berada di bawah Manajemen Talenta Nasional. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas terjemahan dan menyiapkan naskah Indonesia agar mudah diakses pembaca internasional.
Pejabat Kementerian Kebudayaan menegaskan langkah ini bagian dari strategi promosi budaya dan pengembangan ekosistem sastra.
"Kita akan membawa karya klasik Indonesia dalam bahasa Inggris ini ke Internasional Book di Abu Dhabi pada akhir tahun 2026. Sastra kita sangat luar biasa, mereka merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan,"
Diplomasi budaya dan akses pasar
Kementerian melihat penerjemahan sebagai alat diplomasi budaya. Selain menampilkan karya di festival internasional, pemerintah juga memberi dukungan pendanaan terjemahan untuk penerbit asing yang membeli hak cipta.
"Ini ada bagian penting dari ekosistem itu. Mendukung kiprah penulis di festival internasional. Serta memberikan translation funding program, TFP, untuk penerbit asing yang membeli hak cipta karya sastra Indonesia,"
Penguatan ekosistem sastra
Program Laboratorium Penerjemah Sastra juga ditujukan untuk melahirkan penerjemah muda dan memperluas jejaring promotor sastra Indonesia. Kegiatan pembinaan komunitas dan festival sastra menjadi bagian dari upaya jangka panjang tersebut.
Annisa Rengganis, Stafsus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, menekankan aspek hukum dan strategis dari penguatan sastra.
"Penguatan ekosistem sastra yang lain dimulai dari penguatan komunitas dan festival sastra, lab penerjemah dan promotor sastra. Tahun ini sebuah kebanggaan kita mendapatkan kepercayaan untuk menjadi guest of honor di Abu Dhabi Book Fair Internasional,"
Implikasi dan langkah ke depan
Partisipasi di Abu Dhabi memberi peluang bagi penulis dan penerbit Indonesia menjangkau pembaca global. Selain pameran, kesempatan negosiasi hak cipta dan kerja sama penerbitan diharapkan meningkat.
Ke depan, Kementerian akan melanjutkan program terjemahan dan pendanaan untuk memperkuat posisi karya Indonesia di pasar internasional serta memperluas diplomasi budaya berbasis sastra.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Survei: Lagu Viral Pengaruhi Persepsi Publik terhadap Bahlil dan Golkar
Survei Citra Institute: lagu "Mas Bahlil Ganteng" mengubah sentimen publik—Bahlil turun ke 70% sedangkan Gol...
Kepala BPOM Minta Dukungan PANRB Perkuat Layanan di MPP
Kepala BPOM Taruna Ikrar minta dukungan PANRB untuk perkuat layanan BPOM di 141 MPP guna atasi isu SDM, orga...
Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana di Sumatra
Pemerintah percepat pembangunan hunian tetap untuk korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar; usulkan kenaik...
Kemeninves Gandeng Australia Perkuat Investasi Hilirisasi
Wamen Investasi Todotua ajak investor Australia perluas investasi hilirisasi, baterai, dan ekonomi hijau unt...
BPOM Perkuat Sinergi dengan Polri untuk Lindungi Masyarakat
BPOM perkuat kerja sama dengan Polri untuk mengawasi peredaran obat, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan...
Pemerintah Luncurkan SRUK 9 Juli 2026, Fondasi Perdagangan Karbon
Pemerintah meluncurkan SRUK pada 9 Juli 2026 sebagai registri karbon nasional untuk mendukung perdagangan ka...