Nasional

Survei: Lagu Viral Pengaruhi Persepsi Publik terhadap Bahlil dan Golkar

Bagikan:
Grafik persentase sentimen publik terhadap Bahlil dan Partai Golkar sebelum dan setelah lagu viral

Citra Institute menemukan bahwa lagu viral berjudul "Mas Bahlil Ganteng" mengubah persepsi publik terhadap tokoh dan institusi berbeda. Survei membandingkan sentimen publik sebelum dan setelah lagu viral pada periode 1 Meihingga 15 Juni 2026, dengan pengumuman hasil disampaikan di Depok, 2 Juli 2026.

Metodologi dan periode pengamatan

Pengamatan dilakukan pada rentang 1 Mei sampai 15 Juni 2026. Tim menilai perubahan sentimen publik terhadap figur yang disebut dalam lagu dan institusi terkait dengan membandingkan data sebelum dan setelah konten viral.

Hasil survei: Bahlil vs Partai Golkar

Survei menunjukkan perubahan berbeda antara persepsi terhadap Bahlil dan Partai Golkar. Untuk memperjelas temuan, berikut ringkasan perubahan sentimen positif:

Subjek Sebelum Viral Setelah Viral
Bahlil 75% 70%
Partai Golkar 57% 78%

Hasil itu menunjukkan penurunan sentimen positif terhadap Bahlil, sedangkan sentimen terhadap Partai Golkar naik signifikan setelah lagu ramai diperbincangkan.

Kutipan narasumber

"Tercatat sentimen positif Bahlil sebelum lagu viral mencapai 75 persen," kata Yusak Farchan, Direktur Eksekutif Citra Institute.

"Setelah viral, angkanya turun menjadi 70 persen," ujar Yusak saat mempresentasikan riset bertajuk Bedah Hasil Riset Digital Analysist & Public Sentiment Report di Depok, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Faktor penyebab dan analisis

Menurut Yusak, penurunan sentimen terhadap Bahlil dipengaruhi lebih kuat oleh isu kenaikan harga BBM Pertamax daripada keberadaan lagu itu sendiri. Ia menekankan bahwa persepsi publik sering kali dipengaruhi beberapa isu secara bersamaan.

"Penurunan karena faktor Pertamax naik dan masih dalam batas toleransi," ucap Yusak.

Di sisi lain, peningkatan sentimen terhadap Partai Golkar menunjukkan bahwa konten viral dapat berdampak berbeda pada individu dan institusi.

Implikasi dan langkah ke depan

Temuan ini menandakan bahwa konten media sosial mampu menarik perhatian publik dan memengaruhi sentimen, namun efeknya tidak seragam. Perubahan persepsi tergantung konteks isu lain yang berkembang bersamaan.

Hasil survei memberi sinyal penting bagi pemangku kepentingan untuk memantau dinamika digital dan isu kebijakan yang berjalan paralel. Pengamatan lanjutan diperlukan untuk melihat apakah perubahan sentimen bersifat sementara atau berkelanjutan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait