Nasional

Kemenbud Luncurkan 6 Buku Sastra Klasik ke Bahasa Asing

Bagikan:
Peluncuran enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan

Kementerian Kebudayaan melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) meluncurkan enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026. Peluncuran digelar di Sasana: Membaca Klasik Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, sebagai langkah memperkenalkan karya klasik ke pembaca internasional dan memperkuat diplomasi budaya.

Peluncuran dan tujuan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan program penerjemahan menegaskan sastra sebagai pilar penting pemajuan kebudayaan. Menurutnya, penerjemahan juga membuka kesempatan untuk menampilkan wajah Indonesia kepada pembaca di berbagai negara.

Melalui penerjemahan karya klasik sastra Indonesia, kami menegaskan komitmen menjadikan sastra sebagai pilar pemajuan kebudayaan sekaligus diplomasi budaya. Ketika karya-karya sastra Indonesia dibaca masyarakat dunia, yang hadir bukan hanya sebuah buku, melainkan juga wajah Indonesia

Proses penerjemahan dan kualitas

Proses penerjemahan keenam karya itu berlangsung selama satu tahun. Pekerjaan dikerjakan oleh para ahli melalui Laboratorium Penerjemah Sastra untuk menjaga kualitas, akurasi, dan makna teks asli.

Fadli Zon menekankan pentingnya perawatan warisan sastra dan kelahiran karya-karya baru sebagai penentu masa depan sastra Indonesia.

Saya percaya masa depan sastra Indonesia juga ditentukan oleh kemampuan kita merawat selain tentu penciptaan karya-karya baru

Momentum Hari Sastra Indonesia

Peluncuran dilaksanakan bertepatan dengan peringatan ke-13 Hari Sastra Indonesia. Menurut Annisa Rengganis, Staf Khusus Menteri Kebudayaan bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, perayaan ini menjadi momen menghidupkan kembali semangat membaca karya pendahulu bangsa.

Menurut saya, salah satu cara terbaik memperingati Hari Sastra Indonesia adalah kembali membaca warisan sastra para pendahulu bangsa. Warisan tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan pijakan memahami perjalanan sekaligus menavigasi perkembangan sastra Indonesia pada masa depan

Daftar enam karya yang diterjemahkan

  1. Of Pain and Sorrow (Azab dan Sengsara) — Merari Siregar
  2. Two Worlds (Dua Dunia / Keajaiban di Pasar Senen) — NH Dini
  3. To Lose a Treasure (Kehilangan Mestika) — Hamidah
  4. Barren Land (Tanah Gersang) — Mochtar Lubis
  5. A Green Paper Letter (Surat Kertas Hijau) — Sitor Situmorang
  6. Ballad of The Beloved People (Balada Orang-Orang Tercinta) — W.S. Rendra

Implikasi dan langkah ke depan

Peluncuran ini bukan hanya soal menerjemahkan teks, tetapi juga membangun ekosistem di mana karya klasik dapat berinteraksi dengan pembaca global. Pemerintah berharap langkah ini mendorong diskusi lintas budaya, memperkuat nilai kemanusiaan universal, dan mendukung perkembangan sastra kontemporer Indonesia.

Kita ingin karya-karya Indonesia hadir di setiap perbincangan publik secara luas. Dapat berbagi gagasan, imajinasi, nilai-nilai kemanusiaan antarabangsa dan mendukung kerja perkuatan ekosistem sastra

Dengan inisiatif ini, sastra klasik Indonesia mendapat peluang lebih besar untuk dikenal internasional, sekaligus menjadi referensi penting bagi pengembangan karya baru di dalam negeri.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait