Ekonomi

Rupiah Menguat Jelang Pengumuman BI Rate, Pasar 'Wait and See'

Bagikan:
Ilustrasi rupiah menguat terhadap dolar AS di pasar keuangan Indonesia

Rupiah menguat terhadap Dolar AS sejak pembukaan hingga jeda siang Rabu, 19 Agustus 2026. Penguatan ini terjadi saat pelaku pasar bersikap wait and see menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan pengumuman BI Rate yang dijadwalkan siang hari.

Pergerakan Rupiah siang ini

Rupiah dibuka menguat di posisi Rp17.843 per dolar AS, lebih kuat dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp17.862. Hingga jeda siang, rupiah bertahan di level Rp17.836 per dolar AS, menguat 0,14 persen (24 poin) dari penutupan sebelumnya.

Prediksi analis dan faktor eksternal

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah memiliki potensi untuk melemah, meski pelemahan itu kemungkinan bersifat terbatas. Menurut Lukman, kondisi eksternal menjadi penentu penting pergerakan nilai tukar.

"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS," ujar Lukman. "Selain eskalasi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah."

Meski demikian, Lukman memperkirakan ruang perlemahan tidak besar. Rentang nilai tukar yang diperkirakan berada di Rp17.800–17.900 per dolar AS, sehingga pasar cenderung menahan langkah sampai keputusan BI Rate keluar.

Sentimen pasar dan indeks dolar

Indeks Dolar AS bergerak di kisaran 99,55–99,65 sepanjang pagi hingga siang. Selain faktor global, sentimen domestik juga berperan: aksi mahasiswa disebut memberikan pengaruh, namun tidak signifikan sepanjang aksi tersebut tidak berujung anarki.

Prospek dan hal yang perlu dicermati

Pergerakan rupiah pada sisa hari diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh hasil RDG BI dan pengumuman BI Rate. Jika keputusan moneter mengejutkan pasar, volatilitas dapat meningkat hingga penutupan perdagangan sore. Sebaliknya, keputusan sesuai ekspektasi berpotensi menjaga stabilitas dalam rentang yang diperkirakan analis.

Pelaku pasar disarankan terus memantau perkembangan geopolitik dan harga minyak global. Kedua faktor ini disebut kunci yang dapat mengubah arah pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait