KAI Kembangkan TOD Manggarai 129 Hektare Perkuat Konektivitas
PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Manggarai, Jakarta Selatan, seluas 129 hektare untuk memperkuat konektivitas antarmoda dan akses publik. Pengumuman pengembangan dan data pengguna diumumkan KAI pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Skala dan lahan proyek
Pengembangan TOD tersebut mencakup lahan milik KAI seluas sekitar 64 hektare. Kawasan dirancang mengintegrasikan stasiun dengan fasilitas transportasi lain agar perpindahan antarmoda lebih lancar dan akses pejalan kaki meningkat.
Volume penumpang dan mobilitas tinggi
Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162.000 pelanggan dengan frekuensi perjalanan kereta harian antara 700–750 perjalanan. KAI menyampaikan data pergerakan masyarakat harian tersebut bersamaan pengumuman pada 19 Agustus 2026.
Data penggunaan KRL dan kereta bandara menurut KAI adalah sebagai berikut:
- KRL gate in 2023: 5.142.739 pelanggan
- KRL gate in 2024: 5.575.711 pelanggan (naik 8,42%)
- KRL gate in 2025: 5.456.309 pelanggan
- Januari–Juni 2026 (KRL): 2.716.932 pelanggan
- Commuter Line Bandara Soekarno–Hatta 2023: 1.970.531 pelanggan
- Commuter Line Bandara 2024: 2.242.536 pelanggan
- Commuter Line Bandara 2025: 2.346.934 pelanggan
- Januari–Juni 2026 (kereta bandara): 230.314 pelanggan
Alasan pengembangan
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menekankan pentingnya mengelola kawasan dan stasiun sebagai satu kesatuan karena tingginya mobilitas di Manggarai. Ia menilai integrasi kawasan akan memudahkan perpindahan antarmoda dan aktivitas masyarakat.
“Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek. Karena itu, pengembangannya perlu melihat stasiun dan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan agar perpindahan antarmoda, akses pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat semakin terhubung,”
Konektivitas dengan moda lain
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan pengembangan TOD diarahkan memperkuat konektivitas Stasiun Manggarai dengan layanan lain, termasuk TransJakarta, Terminal Manggarai, dan LRT Jakarta. Tujuannya untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.
“KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas di Manggarai diikuti dengan kualitas konektivitas kawasan yang semakin baik. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi publik dan menjalani aktivitas sehari-hari,”
Implikasi dan langkah selanjutnya
Pengembangan TOD Manggarai berpotensi mengubah wajah transportasi Jabodetabek dengan fokus pada integrasi moda. Ke depan, KAI perlu menyusun detail perencanaan, tata guna lahan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta operator transportasi lain agar proyek memberikan manfaat maksimal untuk pengguna.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...