Nasional

Kemeninves Gandeng Australia Perkuat Investasi Hilirisasi

Bagikan:
Wamen Investasi Todotua Pasaribu berbicara pada Indonesia-Australia Business Summit di Sydney

Wamen Investasi Todotua Pasaribu mengajak investor Australia memperbesar komitmen pada proyek hilirisasi, infrastruktur, ketahanan pangan, transisi energi, dan ekonomi hijau untuk memperkuat pertumbuhan bersama. Pernyataan itu disampaikan dalam Indonesia-Australia Business Summit for Indonesia Updates 2026 di Sydney, yang dilaporkan dalam keterangan tertulis awal Juli 2026. Kunjungan kerja Todotua berlangsung pada 29–30 Juni 2026 dan rangkaian pertemuan menjajaki peluang investasi strategis.

Momentum penguatan investasi dan reformasi iklim usaha

Todotua menilai hubungan Indonesia dan Australia memasuki fase penguatan investasi yang didorong oleh implementasi IA-CEPA. Pemerintah disebut terus memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri.

"Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi, didukung oleh kerangka kerja sama IA-CEPA yang semakin matang. Pemerintah terus melakukan reformasi iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus,"

Fokus pada industri baterai: pCAM dan integrasi rantai pasok

Salah satu agenda penting adalah pertemuan dengan Pure Battery Technologies untuk membahas investasi pembuatan fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia. Pemerintah melihat investasi ini sebagai pengisi mata rantai yang masih kurang dalam ekosistem baterai domestik.

"Indonesia sudah memiliki fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan dalam waktu dekat akan memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda,"

Todotua menegaskan bahwa proyek tersebut krusial untuk membangun ekosistem baterai nasional yang terintegrasi. Pembahasan turut mencakup kesiapan lokasi dan percepatan realisasi proyek.

Hilirisasi komoditas strategis dan proyeksi ekonomi

Pemerintah telah menetapkan 28 komoditas strategis dalam program hilirisasi nasional. Potensi investasi yang dibuka dari daftar itu besar dan menjadi daya tarik bagi mitra asing.

"Hilirisasi merupakan inti transformasi ekonomi Indonesia. Pemerintah telah mengidentifikasi 28 komoditas strategis dengan potensi investasi mencapai USD618 miliar hingga tahun 2040,"

Program ini diproyeksikan menghasilkan nilai ekspor sebesar USD857 miliar dan menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja langsung. Angka-angka ini menunjukkan skala peluang investasi hilirisasi jangka panjang.

ALKI II dan peluang logistik antara kedua negara

Todotua juga menyoroti peran strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sebagai koridor penghubung Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Optimalisasi jalur ini dinilai dapat memperkuat rantai pasok dan efisiensi logistik.

"ALKI II merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui Selat Lombok dan Selat Makassar. Pada 2024, koridor ini dilalui perdagangan bijih besi senilai A$138 miliar, batu bara A$91 miliar, dan LNG A$69 miliar,"

Langkah selanjutnya dan implikasi

Selain pertemuan dengan Pure Battery Technologies, Todotua bertemu BCI Minerals untuk membahas hilirisasi garam industri dan peningkatan nilai tambah mineral nonlogam. Rangkaian pertemuan ini menunjukkan arah kebijakan yang fokus pada integrasi rantai pasok dan investasi bernilai tambah.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi berharap kerja sama dengan Australia mendorong realisasi proyek berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait