Profil Alexander Lukashenko dan Kunjungan ke Istana Merdeka
Presiden Belarus Alexander Lukashenko melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-2 Juli 2026. Pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Juli 2026. Kunjungan ini menandai Lukashenko sebagai kepala negara pertama yang menginap di Istana Negara selama kunjungan resmi.
Ringkasan kunjungan
Kunjungan Lukashenko bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan membuka kerja sama baru. Agenda utama termasuk pembahasan perdagangan, pertanian, pupuk, dan teknologi. Pertemuan juga direncanakan untuk meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 antara kedua negara.
Jejak politik dan masa jabatan
Alexander Lukashenko menjadi Presiden Belarus sejak 1994 dan terus mempertahankan kekuasaan melalui pemilihan berulang. Kepemimpinannya termasuk periode pemilu yang menuai pro dan kontra di dalam maupun luar negeri.
- Terpilih pertama kali sebagai presiden pada 1994.
- Kembali menang pada 2006 meski ada tuduhan pelanggaran.
- Menang lagi pada 2010 dan 2015, dengan sekitar 83,5 persen suara pada 2015.
- Pada 2020, diumumkan memenangkan pemilu dengan lebih dari 80 persen suara dan memicu protes domestik.
Kebijakan dan kritik internasional
Gaya kepemimpinan Lukashenko dikenal kuat dan sentralistis. Kebijakan tersebut kerap menuai kritik dari negara-negara Barat dan organisasi hak asasi manusia. Beberapa negara Barat memberlakukan pembatasan terhadap Lukashenko dan pejabat Belarus setelah pemilu yang dipertanyakan.
Hubungan dengan Uni Eropa sempat mengalami pelonggaran pada 2008 ketika larangan perjalanan terhadap Lukashenko ditangguhkan sementara. Langkah itu merupakan upaya memperbaiki hubungan diplomatik antara Belarus dan blok Eropa.
Peran diplomatik Belarus
Belarus pernah berperan dalam mediasi konflik regional. Pada 2014, Minsk menjadi tuan rumah perundingan antara Rusia dan Ukraina yang berujung pada perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Minsk. Peran ini menempatkan Belarus sebagai pihak yang berupaya meredakan konflik.
Kerja sama Belarus-Indonesia
Indonesia dan Belarus menjalin hubungan di bidang perdagangan, pertanian, pupuk, dan teknologi. Bagi Indonesia, Belarus dianggap mitra strategis di Eurasia dan anggota penting Uni Ekonomi Eurasia. Bagi Belarus, Indonesia merupakan pintu masuk ke pasar ASEAN yang berkembang.
Pertemuan di Jakarta diharapkan membuka babak baru kerja sama. Peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 menjadi fokus untuk memperluas hubungan ekonomi dan diplomatik kedua negara.
Dengan kunjungan ini, kedua negara berpeluang menguatkan hubungan jangka panjang dan memperluas kerja sama di sektor prioritas, sekaligus menegaskan posisi Belarus di peta diplomasi Asia Tenggara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tari Enggang Sambut Kedatangan Presiden Belarus di Istana Merdeka
Tari Enggang menyambut Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, jelang pertemuan bilateral d...
Kemenhub Koordinasikan Penanganan Insiden Pesawat PK-RCY di Balinggama
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan insiden pesawat PK-RCY di Balinggama pada 2 Juli 2026...
Kemendag Dorong Pemenuhan Hak Konsumen Terdampak Listrik
Kemendag mendorong pemenuhan hak konsumen terdampak gangguan pasokan listrik dan meminta informasi yang jela...
Korlantas Gelar Sertifikasi Instruktur Taksi Green SM di ISDC
Korlantas menggelar TOT dan Sertifikasi Instruktur Manajemen Safety Driving Taksi Green SM di ISDC Serpong,...
Komisi VI Minta Perumnas Jamin Legalitas Tanah Program 3 Juta Rumah
Komisi VI minta Perumnas menjamin legalitas pertanahan Program 3 Juta Rumah agar konsumen tidak tertelantark...
SFDA Cabut Larangan, Arab Saudi Buka Ekspor Udang Indonesia
SFDA mencabut penangguhan ekspor udang Indonesia sejak 24 Mei 2026, setelah langkah perbaikan dan inspeksi i...