Ekonomi

IHSG Menguat 26,91 Poin pada Pembukaan Kamis

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menguat pada pembukaan Bursa Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pagi dengan kenaikan 26,91 poin atau 0,47 persen ke level 5.709,84. Pergerakan ini dipengaruhi sentimen The Fed dan data neraca perdagangan domestik, namun pelaku pasar diminta tetap berhati-hati karena risiko koreksi masih ada.

Pergerakan IHSG dan kondisi pasar

Pada awal sesi pertama terlihat 356 saham menguat, 162 saham melemah, dan 165 saham stagnan. Aktivitas perdagangan didominasi beberapa saham bank dan industri besar.

Proyeksi teknikal

Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan rentang support dan resistance untuk hari ini. Mereka memperkirakan level support berada di 5.320 dan resistance di 5.735.

Kami memproyeksikan support dan resistance pada 5.320 – 5.735

Saham dengan nilai transaksi terbesar

Pada pembukaan hari ini, emiten yang mencatat nilai transaksi terbesar antara lain:

  • BBCA
  • BBRI
  • BMRI
  • BRPT
  • TPIA

Sentimen global: komentar The Fed dan imbasnya

Sentimen global juga memengaruhi laju IHSG. Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menyatakan bahwa risiko inflasi dipandang menurun dalam pekan pekan mendatang dan target inflasi tetap di 2 persen.

Risiko inflasi telah menurun dalam beberapa minggu mendatang, dengan target inflasi masih berada di 2 persen

Karena The Fed tidak menaikkan suku bunga dalam keputusan terakhir, imbal hasil obligasi tidak kembali naik dan cenderung turun. Kondisi ini membantu sentimen pasar obligasi dan saham di beberapa sektor.

Data perdagangan Indonesia

Badan Pusat Statistik mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini tercatat seiring penurunan ekspor sebesar 5,73 persen dan kenaikan impor 22,16 persen secara tahunan.

Jika peningkatan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, kondisi ini masih dapat dipandang positif karena mendukung aktivitas produksi dan investasi

Tim analis Pilarmas menilai kenaikan impor tersebut bisa menandakan kebutuhan domestik yang kuat, terutama untuk bahan baku, barang modal, dan energi.

Perkembangan Bursa Asia-Pasifik

Pasar regional bergerak variatif pada pembukaan Kamis 3 Juli 2026. Indeks Nikkei 225 melemah 0,70 persen sementara Topix menguat tipis 0,13 persen. Di sisi lain, Kospi Korea Selatan tertekan dan turun 5,36 persen pada pembukaan sehingga Korea Exchange menghentikan sementara perdagangan untuk meredam volatilitas.

Investor lokal diimbau memantau sentimen global serta data ekonomi domestik sepanjang hari untuk menilai prospek lanjutan pergerakan IHSG.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait