IHSG Diprakirakan Sideways, Pasar Menunggu Hasil RDG BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan hari ini, seiring pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, IHSG ditutup menguat 0,75 persen di level 6.449,83.
Prediksi pergerakan IHSG
Tim analis Phintraco Sekuritas memprakirakan IHSG akan bergerak datar dalam rentang 6.400–6.500. Mereka menilai sentimen domestik saat ini masih menunggu sinyal kebijakan dari BI yang dinilai menentukan arah pasar jangka pendek.
Suku bunga dan kebijakan BI
Phintraco memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate pada 5,75 persen. Penetapan ini, menurut analis, sejalan dengan laju inflasi yang masih berada di kisaran target BI.
"BI diprakirakan akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Seiring dengan laju inflasi yang masih berada di kisaran target BI,"
Selain BI Rate, deposit facility rate dan lending facility diperkirakan tetap pada level masing-masing 4,75 persen dan 6,5 persen. Pelaku pasar juga mengamati penjelasan BI mengenai arah kebijakan selanjutnya setelah pengumuman resmi.
Data kredit dan Utang Luar Negeri
Phintraco mencatat pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13 persen (yoy) pada Juli 2026, naik dari 12,67 persen pada Juni. Di sisi eksternal, BI melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD 454,4 miliar pada triwulan II 2026, tumbuh sekitar 4,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Tim analis menilai kenaikan ULN memberi sentimen negatif, namun rasio ULN terhadap PDB masih relatif terkendali sehingga dampak terhadap stabilitas makro dianggap masih terbatas.
Review FTSE Russell terhadap pasar modal Indonesia
Penyedia indeks global FTSE Russell menyatakan akan memperpanjang pembatasan perubahan sejumlah indeks saham Indonesia. FTSE akan terus memantau efektivitas reformasi pasar modal sebelum melonggarkan aturan.
Beberapa aspek reformasi yang menjadi fokus pengawasan adalah penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen dan ketentuan publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan tinggi.
Arus modal asing
Pada perdagangan Rabu, investor asing masih mencatat aksi jual bersih senilai Rp689 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- ISAT
- BBRI
- DSSA
- TPIA
- ASII
Secara keseluruhan, kombinasian data domestik dan sinyal kebijakan BI diperkirakan akan menentukan sentimen pasar dalam beberapa hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Menguat 0,75% pada Penutupan 18 Agustus 2026
IHSG ditutup menguat 0,75% pada 18 Agustus 2026 di level 6.449,83, didorong sentimen domestik meski tekanan...
OJK: Sektor Jasa Keuangan Harus Kuat untuk Dukung Pembangunan
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan sektor jasa keuangan harus kuat, inklusif, dan terlindungi unt...
Kemenperin Dorong IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik
Kemenperin mendorong IKM memenuhi kualifikasi pemasok komponen kendaraan listrik agar masuk rantai pasok dan...
IAW Desak Transparansi dalam Rencana Akuisisi 62% BYAN
IAW minta keterbukaan soal rencana akuisisi 62% BYAN: ungkap legal purchaser, ultimate beneficial owner, dan...
IHSG Menguat di Jeda Siang ke Level 6.482,57
IHSG menguat 80,68 poin ke 6.482,57 pada jeda siang 18 Agustus 2026, didorong sentimen domestik meski risiko...
Penertiban 1.000 Tambang Ilegal Dongkrak Kinerja PT Timah
Penutupan 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung meningkatkan produksi, penjualan, dan laba PT Timah pada S...