IHSG Menguat 1,70% di Jeda Siang, Dipengaruhi Data Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, naik 1,70% atau 97,051 poin ke level 5.792,17. Pergerakan didorong oleh sentimen global dan data domestik, meski analis mengingatkan kemungkinan koreksi sepanjang hari.
Ringkasan pergerakan
IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di 5.806,71 dan terendah di 5.704,50. Pembukaan sesi juga positif, pada level 5.709,84 atau naik 0,47% dari penutupan sebelumnya.
Proyeksi teknikal dan saran pelaku pasar
Tim analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan rentang support-resistance yang lebih sempit. Mereka memberi peringatan agar investor tetap waspada terhadap potensi koreksi intraday.
"Kami memproyeksikan support dan resistance pada 5.320 – 5.735."
Menurut tim analis yang sama, kenaikan impor dapat memiliki makna positif jika didominasi komponen produksi.
"Jika peningkatan impor didominasi oleh bahan baku dan barang modal, kondisi ini masih dapat dipandang positif karena mendukung aktivitas produksi dan investasi."
Faktor global: komentari The Fed dan imbal hasil obligasi
Perkembangan kebijakan moneter global turut mempengaruhi sentimen. Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menyatakan risiko inflasi cenderung menurun dalam beberapa minggu mendatang sehingga target inflasi tetap di 2%.
Karena keputusan The Fed yang tidak menaikkan suku bunga, imbal hasil obligasi berpotensi menurun. Kondisi ini mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko seperti saham.
Data ekonomi domestik: neraca perdagangan Mei 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit itu tercatat setelah ekspor turun 5,73% sementara impor tumbuh 22,16% secara tahunan.
Kenaikan impor mencerminkan permintaan domestik yang masih kuat untuk bahan baku, barang modal, dan energi. Hal ini memiliki implikasi ganda terhadap pertumbuhan dan neraca transaksi berjalan.
Pergerakan bursa regional
Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada pembukaan perdagangan, dipengaruhi aksi ambil untung di saham teknologi dan semikonduktor. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,70% sementara Topix naik tipis 0,13%.
Pasar Korea Selatan mengalami tekanan lebih kuat. Indeks KOSPI anjlok 5,36% saat pembukaan, sehingga otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan untuk meredam volatilitas.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada jeda siang mencerminkan sentimen kombinasi faktor global dan data domestik. Namun, investor disarankan memantau perkembangan data ekonomi dan pergerakan sektor teknologi yang masih rentan fluktuasi.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pasokan Energi Jadi Prioritas Pertamina Pascagempa NTT
FKBI meminta pasokan BBM dan LPG jadi prioritas penanganan pascagempa NTT agar distribusi logistik dan aktiv...
IHSG Anjlok Jeda Siang, Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
IHSG melemah 0,60% pada jeda siang 19 Agustus 2026; investor menanti keputusan suku bunga BI dan terpengaruh...
IHSG Dibuka Melemah, Pasar Menanti Keputusan BI Rate
IHSG dibuka melemah 0,65% pada 19 Agustus 2026 saat pelaku pasar menunggu keputusan BI Rate dari Bank Indone...
IHSG Diprakirakan Sideways, Pasar Menunggu Hasil RDG BI
IHSG diperkirakan bergerak datar menunggu hasil RDG BI; pelaku pasar mencermati suku bunga, kredit, ULN, dan...
PLN Pulihkan 100% Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7
PLN memulihkan 100% pasokan listrik di Flores sejak 18 Agustus 2026; kolaborasi lintas lembaga percepat pemu...
KAI-KCIC EduTrain: 81 Anak Panti Ikuti Perjalanan Edukatif
KAI dan KCIC menggelar EduTrain Jakarta–Bandung pada 18 Agustus 2026 untuk mendidik 81 anak panti lewat perj...