Lengan Luar Bima Sakti Ternyata Lebih Luas dari Perkiraan
Pengukuran baru menunjukkan lengan spiral terluar Galaksi Bima Sakti kemungkinan membentang lebih jauh dari yang diperkirakan. Temuan ini dipublikasikan pada 1 Juli 2026 di jurnal Astronomy & Astrophysics setelah analisis data sinar-X dari satelit Chandra (NASA) dan XMM-Newton (ESA dengan kontribusi NASA).
Metode: cincin sinar-X dan gema cahaya
Tim astronom mengukur jarak ke awan debu di lengan spiral dengan memanfaatkan fenomena gema cahaya. Ketika ledakan sinar gamma yang sangat terang melewati ruang antarbintang, cahayanya memantul dari partikel debu dan menghasilkan cincin-cincin sinar-X.
Diameter setiap cincin berkaitan langsung dengan posisi awan debu relatif terhadap Bumi: cincin lebih besar menunjukkan awan yang lebih dekat. Dengan memetakan beberapa cincin dari peristiwa yang sama, tim mampu menentukan urutan dan jarak awan di sepanjang jalur pengamatan.
Data dan instrumen
Analisis memadukan pengamatan dari dua teleskop sinar-X besar. Chandra memberikan resolusi spasial yang tinggi, sementara XMM-Newton menambah cakupan pengamatan. Kombinasi ini memungkinkan pengukuran geometri cincin yang lebih presisi.
Hasil: tiga lengan yang diukur
Penelitian mengidentifikasi dan mengurutkan tiga lengan spiral berdasarkan jarak dari Pusat Galaksi. Ketiga lengan tersebut adalah:
- lengan Perseus
- lengan Luar
- lengan Luar Scutum-Centaurus
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lengan Luar kemungkinan membentang lebih jauh daripada peta peta sebelumnya yang mengandalkan metode lain.
"Ini adalah cara yang sangat langsung. Kita hanya mengandalkan geometri untuk mengukur jarak ke lengan spiral Bima Sakti secara tepat," kata pemimpin penelitian, Beatrice Vaia.
Dampak dan prospek
Temuan ini memberi metode alternatif yang bersifat geometris untuk memetakan struktur spiral galaksi kita. Pendekatan berbasis cincin sinar-X dapat melengkapi data pengukuran jarak lain dan membantu memperbaiki model distribusi materi antarbintang.
Langkah berikutnya adalah menerapkan teknik ini pada lebih banyak peristiwa semburan sinar gamma untuk memperluas peta lengan spiral dan mengkonfirmasi sejauh mana lengan terluar memang membentang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...