Teknologi

Delapan Buku Puisi Esai Denny JA Terbit dalam Bahasa Inggris

Bagikan:
Sampul koleksi Puisi Esai Denny JA edisi bahasa Inggris yang tersedia di Google Books

Delapan buku Puisi Esai karya Denny JA resmi diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dan kini tersedia global melalui Google Books. Penerbit CBI mengumumkan peluncuran seri ini sebagai upaya membawa pengalaman sejarah Indonesia ke pembaca internasional. Proyek ini mengaitkan kisah nasional dengan tragedi kemanusiaan global dan krisis lingkungan.

Publikasi, tujuan, dan ketersediaan

Penerbit CBI menyatakan seri ini lebih dari sekadar terjemahan. Tujuannya adalah menghadirkan sejarah bukan sebagai angka, melainkan sebagai luka dan pengalaman manusia. Buku-buku tersebut dapat diakses secara global melalui platform Google Books sejak pengumuman penerbitan.

Konsep Puisi Esai

Genre Puisi Esai diperkenalkan Denny JA pada 2012. Pendekatan ini menggabungkan tiga elemen utama: fakta sejarah yang dapat diverifikasi, kebebasan dramatis sastra, dan refleksi sosial. Setiap karya dilengkapi riset dan catatan kaki, lalu dituturkan dari pengalaman batin tokoh-tokoh yang sering terpinggirkan dalam narasi resmi.

Penerbit menekankan bahwa tulisan ini berusaha memulihkan empati yang hilang saat penderitaan disajikan dalam angka. Konsep ini sejalan dengan teori psychic numbing dari psikolog Paul Slovic, yakni kecenderungan manusia kehilangan daya empati ketika menghadapi statistik korban.

"Sejarah sering mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang terluka."

Dalam konteks itu, Puisi Esai menempatkan individu kembali ke pusat narasi: seseorang dengan nama, keluarga, cinta, dan kehilangan.

Daftar buku dalam edisi bahasa Inggris

  1. In the Name of Love (2021) — terjemahan dari Atas Nama Cinta (2012). Google Books
  2. Every Thursday Will I Await Your Return (2021) — terjemahan dari Kutunggu di Setiap Kamis (2018). Google Books
  3. Screams Following Liberation (2022) — terjemahan dari Jeritan Setelah Kebebasan (2022). Google Books
  4. The Remnants of the Independence Era (2024) — terjemahan dari Yang Tercecer di Era Kemerdekaan (2024). Google Books
  5. Those Who First Cried Freedom (2026) — terjemahan dari Mereka yang Mulai Teriak Merdeka (2025). Google Books
  6. Those Cast Out in the 1960s (2026) — terjemahan dari Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an (2024). Google Books
  7. Shivering in History’s Current (2026) — terjemahan dari Yang Menggigil dalam Arus Sejarah (2025). Google Books
  8. Under the Shadow of Disaster (2026) — terjemahan dari Atas Nama Bencana (2026). Google Books

Pengakuan internasional dan prospek

Inisiatif terbitan bahasa Inggris ini muncul setelah pengakuan internasional terhadap genre tersebut, termasuk penerimaan BRICS Award 2025 untuk Literary Innovation kepada Denny JA. Penerbit menyatakan rencana menerjemahkan proyek ini ke dalam 35 bahasa di lima benua untuk menjangkau pembaca lebih luas.

"Statistik memberi kita pengetahuan, tetapi cerita memberi kita ingatan... Bagi saya, sastra bukan pelarian dari kenyataan, melainkan cara yang lebih dalam untuk memasukinya."

Penerbit berharap karya-karya ini menggeser posisi kisah-kisah tersebut dari arsip dingin ke percakapan global tentang kemanusiaan. Dengan demikian, pembaca internasional diharapkan dapat melihat sejarah sebagai rangkaian pengalaman manusia, bukan sekadar deretan angka.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait