Cuaca Buruk Tunda Peluncuran LINK untuk Naikkan Orbit Swift
Peluncuran wahana robotik LINK milik Katalyst Space yang bertujuan menaikkan orbit Observatorium Neil Gehrels Swift NASA ditunda karena cuaca buruk. Kegiatan yang semula dijadwalkan pada Rabu, 1 Juli 2026 di Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall, ditunda dan upaya berikutnya dijadwalkan paling cepat pada Kamis, 2 Juli 2026.
Jadwal dan lokasi peluncuran
Roket Pegasus XL milik Northrop Grumman akan membawa wahana LINK dari landasan di Atol Kwajalein. Tim misi menunda peluncuran setelah memantau kondisi cuaca yang tidak memenuhi batas aman untuk peluncuran.
Jika kondisi membaik, tim akan menggunakan jendela peluncuran berikutnya pada 2 Juli 2026. Keputusan akhir tetap bergantung pada evaluasi cuaca dan kesiapan roket serta wahana.
Tujuan misi
Misi LINK dirancang untuk melakukan layanan robotik di orbit dengan cara mendorong Observatorium Neil Gehrels Swift ke ketinggian yang lebih aman. Langkah ini diharapkan memperpanjang masa operasi teleskop dan mencegah masuk kembalinya Swift ke atmosfer.
Jika berhasil, operasi tersebut menjadi contoh penggunaan layanan komersial untuk memperbaiki masalah penurunan orbit satelit ilmiah.
Mengapa Swift membutuhkan dorongan orbit
Semua pesawat di orbit rendah mengalami hambatan atmosfer yang perlahan menurunkan ketinggian. Efek ini makin nyata saat aktivitas Matahari meningkat, yang menyebabkan lapisan atas atmosfer memadat dan menambah drag pada satelit.
Neil Gehrels Swift diluncurkan pada November 2004 dan sejak itu terus mengamati ledakan sinar gamma serta fenomena berenergi tinggi. Gelombang aktivitas Matahari baru-baru ini mempercepat penurunan orbit Swift.
Reaksi narasumber dan konteks
"Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta," kata S. Bradley Cenko, peneliti utama Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.
Pernyataan ini menegaskan nilai ilmiah Swift dan alasan mengapa upaya memperpanjang operasionalnya menjadi prioritas bagi NASA dan mitra komersial.
Tahapan selanjutnya
Tim misi akan terus memantau prediksi cuaca dan kesiapan teknis. Berikut langkah yang dipantau sebelum peluncuran ulang:
- Konfirmasi jendela cuaca aman;
- Pemeriksaan kesiapan LINK dan Pegasus XL;
- Koordinasi pelacakan dan operasi setelah pemisahan di orbit.
Keberhasilan misi ini tidak hanya akan memperpanjang masa operasi Swift, tetapi juga memperkuat peran industri layanan on-orbit komersial AS dalam menjaga aset antariksa kritis.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...