Teknologi

Gus Rikza Raih Doktor UIN Suka, Gagas Revitalisasi PAI Pesantren

Bagikan:
Gus Muhamad Rikza Saputro meraih gelar doktor dalam sidang terbuka UIN Sunan Kalijaga

Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menobatkan Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H. sebagai Doktor. Di depan lebih dari 300 tamu undangan, ia berhasil mempertahankan disertasi berjudul "Revitalisasi Pendidikan Agama Islam untuk Pemberdayaan Santri dan Masyarakat" dengan studi kasus Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang.

Inti disertasi dan kontribusi

Disertasi Gus Rikza menawarkan paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berpijak pada nilai budaya pesantren. Penelitian ini merespons tantangan perubahan sosial, krisis moral, dan perkembangan teknologi dengan menegaskan peran pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Secara khusus, penelitian tersebut memaparkan empat kebaruan yang menjadi kontribusi akademik bagi PAI di Indonesia:

  • Revitalisasi Pendidikan Agama Islam berbasis budaya pesantren.
  • Integrasi pendidikan Islam dan pemberdayaan sosial.
  • Moderasi beragama berbasis budaya pesantren.
  • Revitalisasi PAI sebagai konstruksi sosial-keagamaan.

Proses sidang dan penilaian akademik

Sidang terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sukiman, S.Ag., M.Pd. dan diikuti tim penguji yang terdiri dari Promotor, Ko-Promotor, serta sejumlah profesor dari UIN Sunan Kalijaga. Selama sidang, Gus Rikza mampu menjawab berbagai pertanyaan kritis dengan argumen ilmiah yang komprehensif.

Hasilnya, disertasi dinyatakan layak sebagai karya ilmiah doktoral yang memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam.

Hadirnya tokoh dan dukungan komunitas

Acara dihadiri tokoh nasional, ulama, akademisi, pimpinan lembaga pendidikan, serta perwakilan dari sejumlah organisasi dan keluarga besar Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang. Kehadiran lebih dari 300 tamu menegaskan dukungan luas terhadap penelitian dan visi pemberdayaan yang diusung.

Bagi keluarga besar dan komunitas pesantren, gelar doktor ini dianggap sebagai buah dari doa, bimbingan para masyayikh, dan tradisi pendidikan yang membentuk karakter peneliti sejak dini.

Makna dan tindak lanjut

Promotor berharap hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan berkembang menjadi rujukan praktis dan model pengembangan PAI untuk pesantren dan lembaga pendidikan Islam di dalam maupun luar negeri. Gelar doktor dipandang sebagai amanah untuk terus mengabdi, memperkuat kualitas pendidikan, dan memberdayakan masyarakat.

Disertasi ini diharapkan menjadi amal jariyah yang menginspirasi generasi muda berilmu, berakhlak, dan moderat, serta memberikan kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait