Nasional

Korlantas Gelar Sertifikasi Instruktur Taksi Green SM di ISDC

Bagikan:
Pembukaan Training of Trainer Sertifikasi Instruktur Taksi Green SM di ISDC Serpong

Korlantas Polri menggelar Training of Trainer (TOT) dan Sertifikasi Instruktur Manajemen safety driving Taksi Green SM pada Rabu, 1 Juli 2026, di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan mencetak instruktur berkualitas untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan memperkuat kompetensi pengemudi angkutan berbasis aplikasi.

Pelaksanaan dan peserta

Acara dibuka oleh Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol. P. Sonny B. W. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari berbagai unsur. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, diikuti sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya pelatihan.

Program ini dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total 152 peserta. Pelatihan berlangsung selama enam hari dan dijadwalkan selesai pada 6 Juli 2026. Peserta berasal dari beragam pihak terkait, antara lain:

  • Lembaga Sertifikasi Profesi Pengemudi Indonesia
  • Instruktur profesional
  • Manajemen PT Green SM

Tujuan dan pesan pembukaan

Dalam sambutannya, Sonny menegaskan pentingnya pelatihan untuk menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman. Pelatihan ini dirancang untuk mengasah pengetahuan, keterampilan, dan sikap pengemudi agar lebih profesional dan tertib di jalan.

"Tujuannya adalah memastikan setiap pengemudi memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang unggul guna mewujudkan pengemudi profesional serta tertib berlalu lintas," ucap Sonny (dikutip, Kamis, 2 Juli 2026).

Kolaborasi antara Korlantas Polri, Lembaga Sertifikasi Profesi Pengemudi Indonesia, dan PT Green SM menjadi fokus utama program. Sinergi ini diharapkan menghasilkan instruktur safety driving yang kompeten dan mampu meneruskan praktik berkendara aman kepada pengemudi di lapangan.

Dampak yang diharapkan

Korlantas menaruh harapan agar instruktur bersertifikat dapat menjadi agen perubahan budaya berkendara. Instruktur yang kompeten diharapkan dapat menularkan kebiasaan aman kepada pengemudi, sehingga memberikan kontribusi pada upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Pelatihan TOT dan sertifikasi ini juga berperan sebagai bagian dari penguatan kompetensi pengemudi angkutan berbasis aplikasi. Dengan standar instruktur yang lebih tinggi, kualitas pembinaan pengemudi diharapkan meningkat seiring waktu.

Rangkaian pelatihan akan terus dipantau untuk memastikan standar sertifikasi terpenuhi dan instruktur yang dihasilkan mampu menjalankan peran edukatif di lapangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait