DPR: Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dinilai Realistis
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin AK, menilai target pertumbuhan ekonomi 2027 cukup realistis dan dapat memotivasi kerja pemerintah lebih terarah. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog Pro3 RRI pada Kamis, 21 Mei 2026. Amin meminta arahan Presiden Prabowo Subianto dijalankan konsisten oleh seluruh kementerian untuk mencapai target tersebut.
Penilaian terhadap target 2027
Amin menyebut proyeksi pertumbuhan 5,8 hingga 6,5 persen bergantung pada konsistensi kebijakan kementerian. Ia menyoroti bahwa target itu memberi sinyal jelas kepada aparatur negara untuk fokus pada pencapaian sasaran ekonomi makro.
Dia juga mencatat angka pertumbuhan kuartal pertama sebesar 5,61 persen sebagai modal penting yang harus dijaga. Menurut Amin, upaya menjaga momentum ini krusial untuk mendekati target pertumbuhan delapan persen pada 2029.
Fokus kebijakan dan penggunaan APBN
Amin menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat harus menjadi ukuran utama keberhasilan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mengingatkan pentingnya memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara digunakan secara tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"APBN harus menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan,"
Menurutnya, manfaat pertumbuhan harus dirasakan oleh lapisan masyarakat luas melalui penciptaan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan.
Penanganan under-invoicing dan stabilitas rupiah
Amin mendukung pembenahan praktik under-invoicing ekspor yang merugikan penerimaan negara. Ia menyebut praktik melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga sebenarnya menyebabkan kebocoran fiskal dalam jumlah besar.
Selain itu, Amin meminta stabilisasi nilai tukar rupiah melalui kebijakan ekonomi yang kredibel dan terukur. Ia menilai pelemahan kurs berkaitan erat dengan tingkat kepercayaan pasar.
"Ini sangat ambisius dan luar biasa,"
kutipan itu merujuk pada penekanan Presiden terhadap peningkatan pendapatan negara terhadap produk domestik bruto yang disampaikan dalam pidato kenegaraan.
Implikasi dan langkah ke depan
Rangka kebijakan yang konsisten antar kementerian dan penegakan aturan ekspor menjadi kunci untuk merealisasikan proyeksi pertumbuhan. Jika dilaksanakan dengan serius, target 2027 dapat menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja dan perbaikan penerimaan negara.
Pemantauan berkala terhadap indikator makro dan koordinasi fiskal-moneter juga diperlukan untuk menjaga stabilitas makro dan meningkatkan kepercayaan pasar. Upaya ini penting agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Henriette Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Keagamaan
Henriette Hutabarat mengajak generasi muda memperkuat literasi keagamaan lewat media sosial untuk menjaga pe...
Pemerintah Targetkan 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis dalam 3 Tahun
Pemerintah targetkan 8 juta sertifikat tanah gratis selama tiga tahun untuk warga berpenghasilan rendah, dim...
Amran Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Aman
Amran jamin pasokan beras untuk pengungsi gempa NTT: 6.000 ton siap didistribusikan, cadangan 39.000 ton, ke...
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Percepat Bantuan Gempa NTT
TNI AL menurunkan helikopter Bell-412 untuk percepat distribusi 400 kg bantuan pangan ke korban gempa di NTT...
Pertamina: Layanan Energi di Flores Kembali Normal Usai Gempa
Pertamina menyatakan layanan energi di Pulau Flores sudah pulih pasca gempa M7,7; SPBU, agen LPG, dan avtur...
Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Bantuan Logistik dan Kesehatan
Pemerintah mengerahkan logistik, tenaga medis, dan tenda darurat pascagempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memen...