Fasilitas Hilang di Taman Meuraxa, DPRK Minta Pemulihan Cepat
Banda Aceh — Sejumlah fasilitas bermain anak di Taman Meuraxa dilaporkan hilang, memicu kekhawatiran soal lemahnya perlindungan aset publik di Banda Aceh. Permasalahan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh sekaligus Ketua Fraksi PKS, Tuanku Muhammad, Jumat (7/8), yang mendesak langkah cepat pemerintah kota untuk memulihkan dan mengamankan fasilitas taman.
Hilangnya fasilitas dan dampak bagi publik
Taman Meuraxa selama ini menjadi tujuan warga untuk berolahraga, bersantai, dan bermain anak. Hilangnya wahana permainan mengurangi kenyamanan serta menggerus rasa aman pengunjung, terutama keluarga dengan anak kecil.
Tuanku Muhammad menilai kehilangan ini bukan sekadar kerusakan fisik. Setiap aset yang hilang berarti kerugian anggaran publik karena fasilitas dibangun dari uang rakyat.
Tuntutan DPRK untuk pemulihan dan inventarisasi
Sebagai wakil rakyat, Tuanku Muhammad meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera melakukan inventarisasi seluruh fasilitas yang hilang maupun rusak. Pemerintah juga diminta mempercepat proses penggantian agar wahana bermain kembali dapat dipakai masyarakat.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Taman Meuraxa dibangun untuk memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta menjadi ruang interaksi masyarakat.
Desakan penguatan sistem pengamanan
Selain pemulihan, DPRK menekankan perlunya memperkuat sistem pengamanan agar pencurian tidak berulang. Tuanku Muhammad menegaskan pemerintah harus mengutamakan pencegahan daripada terus mengganti fasilitas yang hilang.
Jangan hanya memperbaiki setelah hilang, tetapi bangun sistem yang mampu mencegah pencurian sejak awal. Lebih baik pemerintah berinvestasi pada sistem pengamanan daripada terus mengeluarkan anggaran untuk mengganti fasilitas yang hilang.
Rekomendasi konkret yang diajukannya meliputi:
- Pemasangan CCTV di titik strategis;
- Peningkatan pencahayaan area taman;
- Patroli rutin oleh petugas keamanan;
- Evaluasi dan perbaikan sistem pengawasan aset daerah.
Pengawasan legislatif dan ajakan partisipasi publik
Komisi III DPRK akan mengawal persoalan ini agar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota. Tuanku Muhammad berharap perbaikan bersifat berkelanjutan dan diikuti kebijakan yang melindungi aset publik.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, taman yang bersih, aman, dan terawat mencerminkan kualitas sebuah kota dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Penutup
Tuanku Muhammad berharap Taman Meuraxa segera kembali menjadi ruang publik yang aman, lengkap, dan nyaman sehingga tetap menjadi kebanggaan warga Banda Aceh. Pemerintah diminta mengutamakan pencegahan dan pengawasan agar aset publik tidak terus menjadi korban pencurian berulang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polsek Siantar Marihat Selesaikan Pertikaian Abang-Adik Lewat Call Center 110
Polsek Siantar Marihat cepat tanggap setelah laporan via Call Center 110; personel menyelesaikan perselisiha...
Kekosongan Sekdaprovsu Picu Risiko Kinerja TAPD Sumut
Kekosongan jabatan Sekdaprovsu berisiko mengganggu kinerja TAPD Sumut karena ketua TAPD melekat pada posisi...
Forensik: Kematian Winda Gowasa Bukan Akibat Penganiayaan
Dokter forensik RS Bhayangkara: hasil otopsi Winda Lorenza Gowasa tidak menunjukkan tanda penganiayaan, leba...
Aceh Utara Pelajari Program Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar
Plt Kadisdik Dayah Aceh Utara kunjungi Aceh Besar (6/8) untuk mempelajari implementasi Program Beut Kitab Ba...
Aceh Besar Siaga Antisipasi Angin Kencang, 16 Kejadian Tercatat
Pemkab Aceh Besar tingkatkan kesiapsiagaan menyusul 16 kejadian angin kencang sejak 4 Agustus; BPBD dan inst...
DPRD Sumut Desak Pengawasan Ketat Kasus Kematian WLG di Medan
DPRD Sumut mendesak pengawalan lintas lembaga atas penyelidikan kematian WLG di Medan agar penyidikan transp...