Bapanas Pastikan Stok Beras Premium Aman, Bulog 5,2 Juta Ton
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras premium nasional aman dan tidak mengalami kelangkaan pada 25 Juli 2026. Pemantauan lapangan di Jakarta dan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta stok Bulog menjadi langkah kunci pemerintah menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Harga dan ketersediaan beras premium
Rata-rata harga beras premium nasional tercatat Rp15.966 per kilogram pada 24 Juli 2026. Angka ini adalah rata-rata dari tiga zona Harga Eceran Tertinggi (HET).
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Rata-rata nasional (24 Juli 2026) | Rp15.966/kg |
| Zona I | Rp15.224/kg |
| HET | Rp14.900/kg |
Ketidaksesuaian di beberapa titik ritel membuat harga di segmen menengah ke atas naik sedikit. Namun, menurut Bapanas, kenaikan masih relatif dan tidak menandakan kelangkaan stok.
Pemantauan pasar di Jakarta
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memantau pasar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Ia menemukan ada beberapa gerai ritel mengalami kekosongan, tetapi secara umum stok masih tersedia.
I Gusti Ketut Astawa: Beras Bulog masih ada. Beras premium masih ada dengan berbagai merek, termasuk beras dari ID FOOD, Rania dan lain sebagainya.
Ketut menilai bahwa segmen menengah ke atas ikut menstabilkan pasar karena memberikan subsidi silang bagi konsumen lain.
Penyaluran CBP dan peran Bulog
Pemerintah telah menyalurkan 1,4 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sejak Januari 2026 untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan tahap pertama.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan stok Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah menyewa gudang tambahan sehingga total kapasitas yang tersedia kini melampaui kebutuhan penyimpanan.
Andi Amran Sulaiman: Stok sekarang 5,2 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka.
Pengawasan dan penegakan hukum
Pemerintah bersama Satuan Tugas Pangan Polri mengawasi distribusi. Amran mengingatkan pelaku usaha agar tidak memainkan harga atau distribusi, dan berjanji melakukan penindakan tegas terhadap pelanggar.
Andi Amran Sulaiman: Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan.
Pemerintah juga menegaskan pentingnya melihat kondisi hulu—produksi petani—sebagai dasar swasembada. Arahan tersebut diharapkan menjaga kesinambungan pasokan dan menenangkan pasar.
Ke depan, Bapanas bersama aparat penegak hukum dan Bulog akan terus memantau stok dan distribusi. Konsumen diimbau tidak panik karena suplai dinilai cukup dan pengawasan akan diperkuat untuk mencegah manipulasi pasar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar untuk Warga Lampung
Kemensos menyalurkan bansos Rp390,27 miliar di Lampung pada 25 Juli 2026 untuk kebutuhan dasar dan pemberday...
Lemonilo Ajak Anak Indonesia Berani Bermimpi
Co-Founder Lemonilo mengajak anak Indonesia bermimpi tinggi dan memperkuat komitmen perusahaan untuk dukung...
Kemensos Salurkan Rp278 Juta untuk 420 Korban Kebakaran Sukabumi
Kemensos menyalurkan Rp278.415.408 bantuan logistik untuk 420 korban kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya,...
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...