BMKG: Stabilisasi Sesar Pascagempa NTT Diperkirakan 2–3 Minggu
BMKG memperkirakan stabilisasi sesar pascagempa kuat di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Pernyataan itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat memberi keterangan di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026 malam. Selama periode tersebut, gempa susulan masih berpotensi dan dipantau secara real time.
Estimasi waktu stabilisasi sesar
Faisal menjelaskan sesar membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi stabil setelah pelepasan energi akibat gempa utama. Menurut BMKG, pola rekaman gempa pada kejadian merusak sebelumnya menunjukkan proses peluruhan alami memakan waktu 2–3 minggu.
"BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu. Ini sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya," kata Faisal.
Pemantauan dan respons awal
BMKG menjalankan pemantauan seismik secara kontinu untuk mendeteksi gempa susulan dan perubahan aktivitas sesar. Data dari jaringan pemantauan dianalisis secara berkelanjutan, sehingga respons terhadap kejadian berikutnya dapat dilakukan segera.
Sistem pemantauan BMKG juga memutakhirkan parameter gempa tektonik dangkal di NTT menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.
Tsunami: peringatan, kategori, dan rekaman gelombang
Peringatan dini tsunami dikeluarkan cepat, yakni 2 menit 16 detik setelah gempa. Peringatan kemudian diperbarui sekitar 10 menit kemudian saat parameter gempa dinilai lebih stabil dan presisi.
BMKG menerapkan running model multi-skenario untuk menentukan status ancaman. Kategori yang dipakai:
- Siaga: potensi tsunami 0,5–3 meter
- Waspada: potensi tsunami di bawah 0,5 meter
Berdasarkan jaringan observasi muka air laut, gelombang tsunami tercatat di beberapa lokasi sebagai berikut:
- Reo, Manggarai, dan Manggarai Timur — puncak 1,61 meter
- Maurole, Ende — 0,94 meter
- Bulukumba dan Sape, Bima — terpantau melampaui 0,5 meter
Setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman, BMKG mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.
Arahan BMKG dan langkah selanjutnya
Meski peringatan tsunami telah dicabut, BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi lembaga. Pemantauan terhadap aktivitas sesar dan kemungkinan gempa susulan akan terus dilakukan hingga aktivitas kegempaan di wilayah NTT berangsur stabil.
Informasi berkala dan data seismik akan menjadi rujukan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk mengambil langkah mitigasi jika diperlukan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Presiden Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Presiden kirim 50.000 paket sembako ke Maumere untuk korban gempa Flores; pemerintah dan TNI dikerahkan untu...
Wapres Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka 2026
Wapres Gibran mengukuhkan 76 pelajar dari 38 provinsi sebagai anggota Paskibraka 2026 di Istana Negara, siap...
BMKG Pantau Sesar NTT Secara Real Time usai Gempa M7,7
BMKG memantau sesar NTT secara real time setelah gempa M7,7; tercatat 235 aftershock hingga 15 Agustus 2026...
F-Golkar: RAPBN 2027 dan 8 Prioritas Jadi Peta Pembangunan
F-Golkar memuji RAPBN 2027 yang memetakan delapan prioritas presiden, dari pendidikan hingga bursa komoditas...
Prasetyo Apresiasi 76 Anggota Paskibraka Nasional 2026
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengapresiasi 76 anggota Paskibraka Nasional 2026 yang dikukuhkan 15...
Menbud Fadli: Penerima LPDP Diminta Perkenalkan Budaya Indonesia
Menbud Fadli Zon meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 280 memperkenalkan budaya Indonesia saat studi, sek...