KOWANI Ajak Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengguncang pada 15 Agustus 2026. Ajakan ini bertujuan meringankan beban warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Seruan solidaritas dan gotong royong
Ketua Umum KOWANI 2024-2029, Nannie Hadi Tjahjanto, menyatakan duka bersama atas musibah tersebut. Menurutnya, kepedulian dan solidaritas diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi masa sulit.
"KOWANI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan dan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, sekecil apa pun kepedulian dan bantuan yang kita berikan pasti akan sangat berarti," kata Nannie dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kekuatan penting untuk mendukung proses pemulihan komunitas dan membangun kembali kehidupan pascabencana.
Siapa yang diajak dan cara membantu
KOWANI meminta partisipasi luas dari berbagai pihak, termasuk organisasi anggota, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat umum. Organisasi yang diimbau turut serta meliputi Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Untuk menyalurkan bantuan, masyarakat dapat mentransfer secara langsung ke rekening resmi KOWANI. Rincian rekening yang diinformasikan adalah:
- Bank BSI: 7362741801 (rekening KOWANI)
KOWANI menyatakan setiap sumbangan dan doa merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi korban dan keluarga yang terdampak.
Data dampak gempa
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di beberapa daerah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri setelah gempa. Pencatatan kerusakan bangunan dan pemetaan kebutuhan masyarakat masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Harapan dan langkah ke depan
Nannie berharap solidaritas publik bisa meringankan beban korban dan mempercepat pemulihan. KOWANI akan terus berkoordinasi dengan organisasi anggota dan mitra untuk menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan di lokasi.
Langkah koordinatif seperti pendataan kebutuhan, pengiriman logistik prioritas, serta dukungan psikososial menjadi fokus pada fase awal penanganan bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...