Srikandi Movement Gelar Pemeriksaan Gratis di Aceh Besar
Kota Jantho, Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Asisten II Sekda, M Ali, mengapresiasi pelaksanaan Srikandi Movement Peduli Generasi Sehat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi balita dan ibu hamil di Puskesmas Gunung Biram, Kecamatan Lembah Seulawah, Rabu (12/8). Kegiatan ini dinilai memberi manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan dasar.
Pemeriksaan dan pelayanan di Puskesmas Gunung Biram
Acara berlangsung di Puskesmas setempat dan menyasar kelompok rentan, yaitu balita dan ibu hamil. Pelayanan yang diberikan berupa pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan gratis untuk peserta yang hadir.
Hadirnya kegiatan ini mempermudah akses layanan bagi keluarga yang membutuhkan pemeriksaan tanpa harus menanggung biaya tambahan. Kegiatan juga mendorong deteksi dini masalah kesehatan sejak masa kehamilan hingga masa balita.
Dukungan dan apresiasi pemerintah daerah
Asisten II Sekda, M Ali, menyampaikan penghargaan atas pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan pentingnya upaya bersama antara pemerintah daerah dan inisiatif masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengapresiasi hadirnya program Srikandi Movement Peduli Generasi Sehat. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para balita dan ibu hamil,"
M Ali menyatakan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak merupakan bagian krusial dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai pemeriksaan rutin sejak kehamilan hingga usia balita menjadi langkah penting untuk menjamin tumbuh kembang anak.
Dampak jangka panjang dan harapan
Menurut M Ali, program ini sejalan dengan target pemerintah untuk mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas. Kesehatan ibu dan anak disebut sebagai modal penting bagi pembangunan daerah ke depan.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan mendeteksi masalah kesehatan lebih dini. Kolaborasi antarinstansi dan kelompok masyarakat dinilai perlu diperkuat agar manfaat program dirasakan lebih luas oleh warga.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi sektor publik dan komunitas dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dasar bagi kelompok rentan di Aceh Besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...