Politik

Soekarno Cup 2026 Awali Pertandingan dengan Hening Cipta untuk Korban Gempa

Bagikan:
Pemain dan penonton Soekarno Cup 2026 mengheningkan cipta untuk korban gempa

Surabaya — Seluruh rangkaian pertandingan Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan, Sabtu (15/8/2026), diawali one minute silence untuk mendoakan korban gempa yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, dan Simalungun, Sumatera Utara. Pemain, ofisial, wasit, dan penonton berdiri hening selama satu menit sebagai bentuk solidaritas dan belasungkawa.

Pelaksanaan hening cipta di tiga lokasi

Semua laga pada hari itu dimulai dengan jeda sejenak. Di Gelora 10 November Surabaya, suasana haru menyelimuti stadion ketika tim memasuki lapangan dan peluit kick-off belum ditiup.

Manajer Banteng Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengatakan keputusan mengheningkan cipta muncul dari panggilan nurani di tengah kompetisi olahraga.

“Di tengah perhelatan pertandingan rangkaian Soekarno Cup 2026, kita tahu ada bencana gempa di Flores dan barusan saja ada bencana gempa di Sumatera Utara juga,” ujar Didik.

Didik menambahkan, one minute silent menunjukkan bahwa olahraga tidak kehilangan sisi kemanusiaannya. Semua elemen pertandingan ikut serta, termasuk penonton dan perangkat pertandingan.

Data gempa dan dampaknya

Pagi hari itu, gempa berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores sekitar pukul 04.58 WIB. BMKG melaporkan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan dan dicabut pada pukul 07.30 WIB.

Pada sore harinya, wilayah Simalungun diguncang gempa M6,4 sekitar pukul 17.54 WIB pada kedalaman 168 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga Sabtu malam, data dari BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia dan ratusan bangunan mengalami kerusakan, termasuk 346 rumah, 87 sekolah, dan 18 fasilitas kesehatan.

Nilai solidaritas dalam kompetisi

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, memaknai aksi ini sebagai wujud solidaritas keluarga besar kompetisi kepada masyarakat terdampak bencana.

“Seluruh pertandingan Soekarno Cup 2026 hari ini kita awali dengan mengheningkan cipta dan berdoa untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa. Semoga para korban dan keluarganya diberikan kekuatan... serta kondisi dan infrastruktur di daerah bencana dapat segera pulih,” kata Komarudin.

Menurut Komarudin, turnamen tidak hanya soal menang atau kalah. Sepak bola juga berfungsi membentuk karakter, persaudaraan, dan kepedulian antarwilayah.

Makna dan langkah ke depan

Aksi hening cipta yang berlangsung serentak menegaskan pesan persaudaraan di tengah rivalitas olahraga. Para pelaku dan penonton kompetisi menyisihkan ambisi hasil untuk menunjukkan empati kepada korban bencana.

Ke depan, penyelenggara menegaskan komitmen memadukan nilai sportifitas dan kepedulian sosial selama rangkaian Soekarno Cup 2026, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah Ring of Fire.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait