Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
SURABAYA — Warga Kecamatan Sukolilo mengeluhkan ketidaksesuaian data desil kesejahteraan saat reses Anggota DPRD Kota Surabaya Anas Karno, Kamis (1/10/2026) malam. Anas meminta pengurus RT dan RW mendata warga yang merasa peringkat desilnya tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya. Data itu rencananya dipakai untuk mendampingi pengajuan sanggahan melalui mekanisme pemerintah.
Keluhan warga dan temuan di lapangan
Keluhan muncul pada dua titik reses di RW 08 dan RW 03 Nginden Jangkungan. Sejumlah warga menyatakan peringkat desil yang tercantum lebih tinggi dari kondisi ekonomi nyata mereka. Anas menyoroti ketidaksesuaian ini karena berpotensi menghambat akses bantuan.
Dalam dua titik reses di RW 08 dan RW 03 Nginden Jangkungan, Desil ternyata tak sesuai kondisi riil. Karena itu saya minta RT dan RW mendata warga yang terdampak untuk didampingi melakukan penyanggahan.
Perbandingan keluhan individu
Salah satu warga, Erna Susanti (50), terkejut keluarganya masuk dalam Desil 9. Erna mengungkapkan kehidupan keluarganya jauh dari sejahtera; mereka tinggal menumpang di rumah keluarga dan penghasilan di bawah upah minimum.
Saya ini sehari-hari tinggal menumpang di rumah keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Kami numpang keluarga. Satu kamar saya tempati suami dan anak saya.
Jangankan mobil, motor saja masih kredit.
Erna khawatir peringkat desil yang tinggi akan mengurangi peluang keluarga mendapat bantuan atau program intervensi pemerintah.
Tanggapan pengurus lingkungan
Ketua RW 08, Sadeli, membenarkan ada warga yang mempertanyakan hasil pemeringkatan. Ia meminta agar persoalan tidak langsung disimpulkan sebagai kesalahan sistem atau pihak tertentu. Menurutnya, kasus perlu dikaji melalui koordinasi RT, RW, kelurahan, dan pihak terkait.
Ada warga yang merasa kehidupannya masih kurang mampu, tetapi desilnya tinggi. Seperti yang tadi malam disampaikan dalam reses.
Yang penting dicari solusi agar bantuan dan program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Data resmi Dinas Sosial dan proses pemutakhiran
Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial mencatat sejumlah aduan terkait ketidaksesuaian data. Hingga triwulan III 2026 tercatat 3.283 aduan yang masuk. Dari pemutakhiran, ada perubahan desil pada beberapa data.
| Jenis | Jumlah |
|---|---|
| Total aduan | 3.283 |
| Desil menurun | 1.845 |
| Desil naik | 345 |
| Desil tetap | 1.093 |
Dinas Sosial menegaskan pihaknya tidak langsung mengubah desil. Dinsos melakukan verifikasi lapangan dan mengusulkan pemutakhiran kepada pemerintah pusat karena proses pemeringkatan berada pada kewenangan pusat. Selain itu, verifikasi faktual diperkuat lewat Musyawarah Kelurahan (Muskel) agar kondisi warga dikaji terbuka bersama masyarakat.
Langkah lanjutan dan harapan warga
Anas meminta pengurus lingkungan mendampingi warga yang ingin mengajukan sanggahan karena banyak yang belum memahami mekanismenya. Ia juga meminta lurah memonitor proses dan turun membantu warga.
Warga berharap data kesejahteraan yang tercatat mencerminkan kondisi nyata agar bantuan dan program tepat sasaran.
Keinginan saya sederhana, data harus sesuai kenyataan. Masyarakat tidak minta lebih, yang penting sesuai kondisi sebenarnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Kekeringan Kediri: 500 Warga Desa Surat Kekurangan Air
Sekitar 500 warga Desa Surat, Kediri, kesulitan air bersih; Pemkab kerahkan tandon dan dropping total 15.000...
Puan Atur Pertemuan Prabowo-Megawati Bersama PDIP-Gerindra
Puan Maharani mengatakan akan mengatur pertemuan Prabowo dan Megawati bersama jajaran PDIP dan Gerindra dala...
PMI Banyuwangi Gelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026
PMI Banyuwangi menggelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026 di halaman Kantor Bupati pada 27 Sept; 58 tim PMR...
Pemprov Jatim Diminta Perkuat Pelindungan Data untuk Redam Pinjol Ilegal
DPRD Jatim mendesak Pemprov memperkuat pelindungan data pribadi untuk menekan penyalahgunaan identitas dalam...
Dua Batu Yoni Hilang di Jember, DPRD: "Jember Darurat Cagar Budaya"
Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Jember; DPRD sebut 'Jember darurat cagar budaya' dan laporan dibua...
PDIP Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang Usai Wafatnya Guruh
Fraksi PDIP DPRD Jatim mengimbau kader mengibarkan bendera setengah tiang dan berduka atas meninggalnya Guru...