Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan warga Kabupaten Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil mengenang tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra pada Jumat malam (2/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Acara berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan sebagai wujud penghormatan dan duka cita atas kepergian tokoh seni dan politik itu.
Doa bersama di Bangkalan
Doa berlangsung khidmat dengan kehadiran kader partai, masyarakat, serta pemuda-pemudi setempat. Peserta hadir secara sukarela untuk mendoakan almarhum dan membaca tahlil bersama.
Panitia menyebut acara murni sebagai bentuk penghormatan lokal kepada Guruh. Selain doa, kegiatan menjadi momen bagi warga setempat untuk mengenang kontribusi almarhum dalam seni dan budaya.
Kronologi wafat dan profil singkat
Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada usia 73 tahun.
Guruh dikenal luas sebagai seniman, budayawan, dan politisi. Ia pernah menjabat anggota DPR RI periode 1992–1997 dan aktif dalam PDI Perjuangan. Di bidang seni, ia mendirikan kelompok seperti Swara Mahardhika dan GSP Production.
Kutipan dan tanggapan lokal
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan doa bersama itu merupakan ungkapan belasungkawa dari masyarakat setempat.
"Doa bersama ini sebagai bentuk belasungkawa dan duka cita dari masyarakat Bangkalan,"
Lukman menilai Guruh memiliki perjalanan panjang di bidang seni, budaya, dan politik. Menurutnya, kontribusi Guruh layak mendapatkan penghormatan luas.
"Beliau adalah putra Sang Proklamator. Selain itu, beliau juga sangat patut mendapatkan doa dari masyarakat karena kiprahnya dalam seni, budaya dan politik yang sangat berkontribusi bagi bangsa ini,"
"Yang hadir para kader, masyarakat serta pemuda dan pemudi sebagai penghormatan kepada beliau. Kami doakan semoga beliau diampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya,"
Makna dan lanjutan peringatan
Doa bersama di Bangkalan menjadi bagian dari penghormatan kolektif terhadap Guruh. Acara menegaskan bahwa penghormatan datang tidak hanya dari internal partai, melainkan juga dari masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa kemungkinan akan berlangsung di wilayah lain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Guruh di dunia seni dan kebangsaan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Kekeringan Kediri: 500 Warga Desa Surat Kekurangan Air
Sekitar 500 warga Desa Surat, Kediri, kesulitan air bersih; Pemkab kerahkan tandon dan dropping total 15.000...
Puan Atur Pertemuan Prabowo-Megawati Bersama PDIP-Gerindra
Puan Maharani mengatakan akan mengatur pertemuan Prabowo dan Megawati bersama jajaran PDIP dan Gerindra dala...
PMI Banyuwangi Gelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026
PMI Banyuwangi menggelar Digital Mission Race UKS/PMR 2026 di halaman Kantor Bupati pada 27 Sept; 58 tim PMR...
Pemprov Jatim Diminta Perkuat Pelindungan Data untuk Redam Pinjol Ilegal
DPRD Jatim mendesak Pemprov memperkuat pelindungan data pribadi untuk menekan penyalahgunaan identitas dalam...
Dua Batu Yoni Hilang di Jember, DPRD: "Jember Darurat Cagar Budaya"
Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Jember; DPRD sebut 'Jember darurat cagar budaya' dan laporan dibua...
PDIP Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang Usai Wafatnya Guruh
Fraksi PDIP DPRD Jatim mengimbau kader mengibarkan bendera setengah tiang dan berduka atas meninggalnya Guru...