Politik

ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang

Bagikan:
Dermaga Pelabuhan Ketapang dan antrean kendaraan di area terminal

BANYUWANGI — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar pertemuan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor Pemkab Banyuwangi untuk mencari solusi mengurai antrean panjang di Pelabuhan Ketapang menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rencana percepatan infrastruktur dan kapasitas dermaga

Direktur Teknik ASDP, Nana Sutisna, menyatakan pertemuan bertujuan memaparkan planning-planning yang sedang dan akan dikerjakan untuk kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Saat ini kondisi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini sering terjadi antrean panjang. Jadi, saya datang dan bertemu Pak Wakil Bupati, tentunya ingin cari solusi dan memberikan satu informasi planning-planningnya apa yang mau dikerjakan untuk kelancaran penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

ASDP menyampaikan beberapa langkah percepatan. Antara lain penyediaan buffer zone, peningkatan kapasitas dermaga, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan berfungsi pada periode Nataru.

Peningkatan kapasitas dermaga dan jadwal operasional

Salah satu rencana prioritas adalah peningkatan kapabilitas dermaga. ASDP menargetkan Dermaga II Gilimanuk naik dari 2.000 GT menjadi 5.000 GT dan beroperasi fungsional pada Desember 2026. Sementara itu, Dermaga V Ketapang direncanakan ditingkatkan dari ponton menjadi dermaga MB berkapasitas 5.000 GT, dengan target uji operasi pada Maret 2027.

Ke depan semua dermaga secara bertahap kita tambah kapasitasnya. Sehingga semua dermaga bisa dilalui kendaraan berkapasitas berat

ASDP juga memastikan kapal perbantuan berkapasitas besar seperti KMP Portlink 0 dan KMP Jatra I tetap disiagakan sampai masa Nataru untuk mendukung lintasan Tanjungwangi-Lembar dan Ketapang-Gilimanuk.

Data arus kendaraan dan kapal

Berdasarkan data periode 31 Agustus hingga 29 September 2026, layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menunjukkan beban tinggi yang memengaruhi kapasitas efektif penyeberangan.

Jenis Jumlah
Total kendaraan 341.826
Sepeda motor 115.469
Mobil 84.489
Bus 14.567
Truk 127.301
Kapal yang beroperasi 823
Total trip 9.984

Nana menegaskan pihaknya memahami dampak antrean terhadap pengguna jasa, khususnya pengemudi logistik. Upaya penguraian antrean terus dilakukan dengan tetap mengedepankan keselamatan.

Dukungan Pemkab Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memastikan Pemkab memberi dukungan penuh untuk kelancaran penyeberangan. Dukungan meliputi beberapa langkah teknis dan rekayasa lalu lintas.

  • Optimalisasi jalan alternatif lingkar Ketapang.
  • Rekayasa fisik underpass perlintasan kereta yang sering menyebabkan kendaraan berat tersangkut.
  • Pelebaran area buffer zone dan perluasan lahan parkir di Terminal Ketapang.
  • Penyelesaian jembatan penghubung antara Dermaga LCM dan Bulusan.

Nanti kita rencanakan akan kita turunkan untuk landasan jalannya

Prospek dan langkah selanjutnya

Dengan kombinasi penambahan kapasitas dermaga, rekayasa lalu lintas, dan kapal bantuan, otoritas berharap antrean dapat berkurang saat puncak arus. Namun, koordinasi lintas instansi dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan menjadi kunci agar target Desember 2026 dan Maret 2027 tercapai.

Implementasi rencana ini diharapkan mempercepat arus logistik dan mengurangi penumpukan kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait