Erupsi Sinabung, 15 Penerbangan Soetta–Kualanamu Dibatalkan
Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta membatalkan 15 penerbangan rute Soekarno-Hatta (Soetta)–Kualanamu pada Selasa, 1 September 2026, akibat erupsi Gunung Sinabung yang menutup sementara operasional Bandara Kualanamu. Pembatalan ini berdampak pada keterlambatan dan potensi pengalihan jadwal bagi calon penumpang.
Dampak pada jadwal dan penumpang
Dari total 41 pergerakan pesawat harian rute menuju Sumatera Utara, tercatat 15 penerbangan dibatalkan dan 14 penerbangan mengalami keterlambatan. Manajemen bandara memperkirakan hingga 5.350 calon penumpang berpotensi terdampak jika antrean dan penundaan tidak segera ditangani.
| Rincian | Jumlah |
|---|---|
| Total pergerakan harian ke Sumut | 41 |
| Penerbangan dibatalkan (Soetta–Kualanamu) | 15 |
| Penerbangan tertunda | 14 |
| Kedatangan harian rute Soetta–Kualanamu | 20 |
| Keberangkatan harian rute Soetta–Kualanamu | 21 |
| Perkiraan calon penumpang terdampak | 5.350 |
Koordinasi maskapai dan arahan bagi penumpang
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyatakan terus berkoordinasi dengan maskapai untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, penjadwalan ulang, dan pengalihan rute jika diperlukan. Calon penumpang diminta memantau status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi masing-masing maskapai.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan,
"Dampak erupsi Gunung Sinabung turut berpengaruh terhadap penerbangan dari dan menuju Kualanamu. Ada 15 penerbangan dari Bandara Soetta–Kualanamu maupun sebaliknya dibatalkan. Dan 14 penerbangan mengalami keterlambatan."
Status rute lain dan pengawasan cuaca
Penerbangan domestik menuju Pulau Kalimantan dipastikan berjalan normal tanpa gangguan asap atau kebakaran hutan. Pengawasan cuaca dilakukan ketat bersama BMKG untuk memastikan keselamatan operasi penerbangan.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, memastikan bahwa jarak pandang menuju wilayah Kalimantan masih aman. Pemantauan intensif bersama AirNav Indonesia berlangsung berkelanjutan untuk menjaga standar keselamatan dan keandalan layanan penerbangan.
Prognosis dan langkah selanjutnya
Situasi di lapangan akan terus dipantau seiring perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Bandara dan maskapai akan menyesuaikan jadwal bila kondisi di Kualanamu sudah memungkinkan untuk melanjutkan operasi normal. Penumpang dianjurkan menyiapkan dokumen perjalanan dan memeriksa notifikasi dari maskapai sebelum berangkat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Bahas Usulan Gelar dan Tanda Kehormatan di Hambalang
Presiden Prabowo menerima Fadli Zon di Hambalang untuk membahas usulan gelar, tanda jasa, dan tanda kehormat...
Kemenag: Waspadai Jasa Nikah Siri yang Marak di Medsos
Kemenag mengimbau masyarakat tidak tergiur jasa nikah siri di media sosial karena dokumen biro jasa tak puny...
Satwa Masuk Pemukiman Akibat Karhutla di Kalimantan
Karhutla memaksa satwa keluar habitat dan masuk pemukiman di Kalimantan; evakuasi terkendala api, warga dimi...
Presiden Pimpin Ratas soal Peningkatan Kualitas Hunian di Hambalang
Presiden pimpin ratas di Hambalang membahas langkah meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan melalui kebi...
Bulog Pastikan Bantuan Jangkau Seluruh Wilayah Terdampak Gempa NTT
Bulog menyatakan penyaluran beras dan minyak untuk penyintas gempa NTT berjalan lancar dan telah mencapai se...
Dirut RRI Siapkan Evaluasi Anggaran untuk Dampak Lebih Nyata
Dirut RRI Hendrasmo akan mengevaluasi postur anggaran untuk meningkatkan dampak program dan memperkuat upaya...