Simulasi Mitigasi Bencana: 800 Santri Latihan Gempa di Dayah DQA
Aceh Besar — Dayah Darul Quran (DQA) Aceh bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menggelar simulasi mitigasi gempa bumi dan kebakaran pada Kamis (27/8). Kegiatan berlangsung di kompleks dayah Jalan Banda Aceh-Medan KM 19,5, Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka. Tujuan utama simulasi adalah meningkatkan kesiapsiagaan santri, guru, dan karyawan terhadap potensi bencana.
Pelaksanaan dan peserta
Simulasi diikuti oleh sekitar 800 peserta, meliputi santri, dewan guru, dan staf dayah. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi: penyampaian materi, edukasi, dan latihan praktik. Pembagian sesi ini dimaksudkan agar teori dan praktik dapat dipahami secara berurutan.
Materi dan praktik simulasi
Tim BPBD memberikan penjelasan tentang jenis-jenis bencana yang sering melanda Aceh, termasuk gempa, tsunami, dan banjir. Materi menekankan langkah-langkah penyelamatan diri dan penggunaan alat sederhana dalam penyelamatan korban.
Dalam praktik, peserta belajar teknik perlindungan diri saat gempa dan prosedur evakuasi. Instruksi yang diajarkan antara lain:
- Melindungi diri dengan berlindung di bawah meja atau perabot kuat.
- Menjauh dari dinding dan bangunan yang berpotensi runtuh.
- Menuju titik kumpul yang telah ditentukan setelah kondisi aman.
- Tindakan awal saat terjadi kebakaran untuk mengurangi risiko.
Pesan penyelenggara dan pengurus dayah
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwal Jamil, menekankan pentingnya edukasi berkala. Ia mengingatkan pengalaman panjang Aceh menghadapi bencana besar sebagai alasan utama kesiapsiagaan.
“Melihat pengalaman Aceh sejak dahulu, mulai dari gempa dahsyat dan tsunami 2004 hingga bencana banjir besar yang terjadi pada 2025, maka kegiatan seperti ini penting dilakukan. Kita harus selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana,” ujar Ridwal Jamil.
Ridwal juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu, termasuk warga pendidikan.
Direktur Dayah Darul Quran Aceh, Ustazd Hajarul Akbar, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, simulasi memberi bekal praktis bagi seluruh warga dayah agar lebih siap menghadapi situasi darurat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kesiapsiagaan harus diajarkan sejak dini sehingga santri, guru dan karyawan memiliki pengetahuan serta keberanian ketika bencana terjadi,” kata Ustazd Hajarul.
Koordinator kegiatan, Ustaz Saifullah, menjelaskan bahwa materi dan praktik disusun agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktekkan oleh peserta.
“Anak-anak diajarkan mengenali gempa, teknik penyelamatan diri, kemudian dilanjutkan praktik simulasi serta pengenalan alat-alat penolong,” ujar Ustaz Saifullah.
Implikasi dan tindak lanjut
Simulasi di Dayah DQA merupakan upaya lokal untuk membangun budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan. Kegiatan serupa dinilai penting mengingat sejarah bencana di Aceh dan potensi kejadian di masa depan.
Panitia berharap ilmu yang diperoleh praktis dan dapat diterapkan sewaktu-waktu, sehingga mengurangi risiko korban saat bencana terjadi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Pematangsiantar Gelar Blue Light Patrol dalam KRYD
Polres Pematangsiantar gelar Blue Light Patrol (BLP) dalam KRYD pada 14 Oktober mulai 22.00 untuk cegah bala...
Polsek Siantar Barat Gatur Lalin di Jl. Singosari untuk Kurangi Macet
Polsek Siantar Barat melakukan gatur lalin di Jl. Singosari, Rabu (14/10), untuk menekan kemacetan dan menja...
Tzu Chi Sinar Mas Gelar Lomba Budaya Humanis untuk 29 Siswa
Yayasan Buddha Tzu Chi Sinar Mas menggelar Lomba Budaya Humanis bagi 29 siswa di Kanopan untuk menanamkan ni...
Polsek Siantar Marihat Dampingi Petani Panen Jagung, Didorong Jual ke Bulog
Polsek Siantar Marihat mendampingi panen jagung 14/10 dan mendorong petani binaan jual hasil ke Bulog untuk...
Pelantikan FAHMI UMMI Tanjungbalai Disiapkan, Wamenag Dijadwalkan Hadir
Audiensi FAHMI UMMI dengan Wali Kota Tanjungbalai bahas persiapan pelantikan 25 Oktober yang rencananya diha...
TPS Ilegal Muncul di Aceh Utara, DLHK Kekurangan Armada
TPS ilegal muncul di Aceh Utara akibat sampah sembarangan; DLHK hanya miliki 26 armada sehingga kapasitas an...