BBPOM Perketat Pengawasan MBG di Aceh Besar untuk Cegah KLB
Aceh Besar, 27 Juni — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh bersama Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) memperketat pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Besar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ancaman Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) dan memastikan program Makanan Bergizi Gratis berjalan aman.
Pengawasan terpadu dan tujuan pemeriksaan
Pengawasan berlangsung selama dua hari, dimulai Kamis, 27 Juni. Tim dipimpin Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, bersama perwakilan Labkesmas Banda Aceh, Wahyuna, serta lintas sektor terkait. Inspeksi menitikberatkan pada penerapan sistem jaminan keamanan dan mutu pangan di lingkungan dapur SPPG.
Selain pemeriksaan fasilitas, Labkesmas mengambil sampel makanan untuk diuji. Tujuannya memastikan bahwa pangan yang disajikan memenuhi standar keamanan, mutu, dan higiene sebelum disalurkan kepada penerima manfaat MBG.
Temuan, penilaian, dan rekomendasi
Dari pemeriksaan, dua dapur SPPG di Aceh Besar memperoleh rating A dan B. Penilaian ini menjadi dasar rekomendasi untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Dua dapur SPPG mendapatkan rating A dan B dari hasil pengawasan BBPOM, sehingga bisa menjadi rekomendasi dalam perolehan sertifikat laik higiene (SLHS). Semoga nantinya bisa konsisten diterapkan dan berkomitmen ke tingkat lebih lanjut dengan menerapkan HACCP, agar kasus atau kejadian menonjol tidak dijumpai di dapur SPPG di Kabupaten Aceh Besar,”
Riyanto mendorong pengelola untuk tidak hanya berhenti pada hasil penilaian, tetapi mempertahankan dan meningkatkan standar keamanan pangan melalui penerapan HACCP.
Tindak lanjut dan pembinaan
Kolaborasi BBPOM dan Labkesmas bertujuan memperkuat pembinaan kepada pengelola dan yayasan yang menaungi SPPG. Pengawasan terpadu memungkinkan evaluasi, pendampingan, dan tindakan lanjutan atas temuan secara cepat.
Beberapa langkah tindak lanjut yang diinstruksikan antara lain:
- Perbaikan catatan dan proses kerja dapur berdasarkan temuan inspeksi.
- Pengujian berkala sampel pangan oleh Labkesmas untuk memantau mutu.
- Pembinaan teknis untuk penerapan sistem HACCP dan persiapan SLHS.
- Monitoring lanjutan oleh BBPOM dan lintas sektor terkait.
Implikasi dan prospek
Pengawasan ini menegaskan bahwa kualitas MBG bukan hanya soal kecukupan gizi, tetapi juga keselamatan pangan untuk mencegah keracunan. Kepala SPPG dan perwakilan yayasan menyambut baik upaya ini dan menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi pemeriksa.
Ke depan, pengawasan terpadu dan pembinaan berkelanjutan diharapkan menjaga konsistensi standar higiene dan mutu di seluruh dapur SPPG, sehingga risiko KLB KP dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sumut Luncurkan Kampung Kreatif Sumut Berkah Rp5–50 Miliar
Pemprov Sumut mencanangkan KKSB dengan bantuan Rp5–50 miliar per kawasan mulai 2027; mekanisme dan sumber da...
Askrida Syariah Setor Zakat Rp100 Juta ke Baitul Mal Aceh
PT Askrida Syariah menyerahkan zakat Rp100 juta ke Baitul Mal Aceh pada 28 Agustus, disertai rencana sinergi...
Pemuda Sumut Pertanyakan Nasib Lahan Eks Konsesi TPL dan Torganda
Pemuda Sumut mempertanyakan pengelolaan lahan bekas konsesi TPL (167.912 ha) dan PT Torganda (47.000 ha) pas...
Ketersediaan Vaksin Rabies di Medan Kembali Normal, Ini Penjelasannya
Ketersediaan vaksin rabies di Medan sempat tertunda karena perubahan sistem pendataan. Stok kini ada dan lay...
Asahan Percepat Penurunan Stunting lewat Rakor Regional Sumatera
Pemkab Asahan memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting lewat rakor regional Sumatera, dengan progra...
TPID Sumut Intensifkan Monitoring Harga Bapok Jelang Panen Raya
TPID Sumut intensifkan pemantauan harga dan stok bapok di pasar tradisional untuk menjaga stabilitas menjela...