Asahan Percepat Penurunan Stunting lewat Rakor Regional Sumatera
Pemerintah Kabupaten Asahan
Rakor Regional dan kepemimpinan daerah
Rapat dihadiri Wakil Bupati Asahan, jajaran OPD Provinsi Sumatera Utara, kepala daerah se-Sumatera, dan undangan lain. Forum ini menegaskan bahwa penurunan stunting kini menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, memaparkan serangkaian program unggulan yang dijalankan sebagai upaya percepatan.
Program unggulan dan hasil BESTI
Beberapa program yang disorot meliputi layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC), pengembangan rumah sakit unggulan, serta inisiatif bantuan stimulan keluarga berisiko stunting.
- Program Hasil Terbaik Cepat
- Layanan berobat gratis melalui UHC
- Pengembangan Rumah Sakit Unggulan
- Inovasi terobosan BESTI (Bantuan Stimulan Keluarga Berisiko Stunting)
Wagub Sumut memaparkan bahwa intervensi pangan lokal dalam pelaksanaan BESTI 2025 terbukti meningkatkan berat badan balita penerima manfaat. Ia menekankan pentingnya pendekatan tepat sasaran untuk menghasilkan perubahan nyata.
"Program BESTI telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Sasaran utamanya adalah anak usia 8 hingga 23 bulan yang mengalami masalah gizi, agar tidak berkembang menjadi kasus stunting baru," ujar H. Surya.
"Pastikan setiap kabupaten atau kota memiliki lokus prioritas yang jelas, target yang terukur, data sasaran yang terpercaya, serta rencana tindak lanjut yang benar-benar dapat dilaksanakan. Tidak ada ruang untuk keraguan, stunting harus kita turunkan bersama," tegas Wagub Sumut.
Tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Asahan
Bupati Taufik menyambut baik arahan tersebut dan menyebut rakor sebagai panggilan bersama untuk bergerak cepat dan tepat. Pemkab Asahan akan menyusun langkah konkret hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.
"Kegiatan ini sangat strategis untuk menyamakan persepsi, langkah, dan tekad bersama di seluruh wilayah Sumatera Utara demi mempercepat penurunan angka stunting," kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa stunting harus ditangani secara menyeluruh dan lintas sektor karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan tidak ada pihak yang bisa menangani masalah ini sendirian.
Dampak dan harapan ke depan
Langkah operasional hingga tingkat desa diharapkan mempercepat deteksi dan intervensi gizi untuk kelompok rentan. Keberlanjutan program dan akurasi data menjadi kunci agar target penurunan stunting dapat tercapai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak.
Asahan
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
LLDIKTI Rekomendasikan Pindah Kampus UDA ke Dua Lokasi di Medan
LLDIKTI Wilayah I Sumut merekomendasikan pemindahan kampus Universitas Darma Agung ke dua lokasi baru di Med...
BPBD Pematangsiantar Imbau Warga Waspada Sebaran Asap
BPBD Pematangsiantar mengimbau warga waspada sebaran asap; BMKG deteksi sebaran dan PM2.5 di Sumut berkatego...
Rakernas V MPK di Tarutung: Transformasi Sekolah Kristen Jadi Fokus
Rakernas V MPK digelar 15–16 Okt 2026 di Sopo Partungkoan, Tarutung; 250 peserta bahas transformasi sekolah...
Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Siantar Martoba
Pria 23 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Siantar Martoba, diduga terkait cekcok rumah tangg...
Grebek Sarang Narkoba, Polresta Deliserdang Amankan 7 Orang
Polresta Deliserdang bersama BNNK gerebek tiga titik di Tanjung Morawa; amankan 7 orang, satu perempuan posi...
Aceh Besar Jadi Pusat Peresmian 980 SPPG untuk Perluas Layanan Gizi
Pusatkan peresmian di Aceh Besar, BGN meresmikan 980 SPPG untuk perluas layanan gizi di wilayah 3T dan daera...