Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal untuk Alat Makan Keramik
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat kesiapan sertifikasi halal untuk produk alat makan keramik yang akan diberlakukan pada Oktober 2026. Langkah ini diumumkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, 14 Mei 2026, untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional.
Percepatan sertifikasi dan tujuannya
Kemenperin mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) keramik menyiapkan dokumen dan proses sertifikasi. Program ini bertujuan memastikan produk memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan kualitas global, selain ketentuan syariat.
"Penguatan industri halal tidak hanya menjawab kebutuhan pasar domestik yang besar. Tetapi juga membuka peluang ekspor yang semakin luas," kata Agus.
Manfaat bagi kualitas dan pasar ekspor
Menurut Agus, produk halal memberi jaminan mutu yang lebih baik saat bersaing di pasar internasional. Kebijakan ini juga membuka akses ke negara-negara mayoritas muslim yang berpotensi tinggi.
"Dengan demikian, IKM yang berhasil memperoleh sertifikasi halal dapat semakin meningkatkan jaminan mutu. Yang sangat berguna di pasar internasional," ujar Agus.
Pendorong dari Dirjen IKMA
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, menekankan pentingnya sertifikasi untuk produk tableware. Ia menyatakan alat makan yang bersentuhan langsung dengan makanan harus jelas status kehalalannya demi rasa aman konsumen.
"Alat makan dan juga barang gunaan halal lainnya yang tersertifikasi halal berpotensi memberikan kontribusi positif pada kinerja ekspor. Terutama pada negara-negara yang mayoritas beragama Islam," kata Reni.
Data ekspor produk keramik
Data Kemenperin menunjukkan nilai ekspor alat makan keramik Indonesia pada 2025 mencapai 12,68 juta USD. Pasar utama meliputi Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Belanda, dan Tiongkok.
| Negara | Nilai Ekspor (USD) |
|---|---|
| Uni Emirat Arab | 254.000 |
| Arab Saudi | 223.000 |
| Malaysia | 108.000 |
| Brunei Darussalam | 17.000 |
Pendampingan untuk pelaku IKM
Kemenperin menyelenggarakan pendampingan inovasi dan persiapan sertifikasi halal bagi 10 pelaku usaha keramik dari Jawa Barat di Bandung. Materi meliputi regulasi jaminan produk halal, proses sertifikasi, dan pengembangan desain produk.
"Kami berharap para pelaku IKM keramik tableware dapat mengimplementasikan inovasi produk yang tidak hanya unggul dari sisi desain. Tetapi juga memenuhi prinsip halalan thayyiban, sehingga semakin berdaya saing di pasar ekspor Timur Tengah, ASEAN, maupun global," ujar Budi Setiawan, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan.
Tantangan dan permintaan industri
Salah satu permintaan dari pelaku industri adalah dukungan fasilitas uji laboratorium untuk memastikan bahan baku memenuhi standar kualitas. Pemerintah juga mendorong penerapan SNI wajib dan penguatan akses pemasaran.
Program pendampingan teknologi produksi serta fasilitasi sertifikasi halal terus berjalan untuk membantu IKM menaikkan standar produk.
Penutup
Percepatan kepatuhan terhadap kewajiban sertifikasi halal sebelum Oktober 2026 diharapkan meningkatkan daya saing dan merespons permintaan pasar muslim global. Jika berhasil, langkah ini dapat membuka pangsa pasar baru sekaligus memperkuat kualitas produk keramik nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PLN Amankan Kelistrikan Upacara HUT ke-81 dengan Sistem Lima Lapis
PLN menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan lima lapis dan ratusan personel untuk mengamankan Upacara HUT...
KAI Perbarui Situs kai.id, Dikunjungi 49,4 Juta Pengunjung
KAI meluncurkan tampilan baru situs kai.id pada 17 Agustus 2026; situs telah dikunjungi 49,4 juta pengunjung...
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas MDR QRIS
Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada 17 Agustus 2026 dan memperluas MDR QRIS nol per...
DPR: Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
Bambang Patijaya mengatakan target lifting minyak 610 ribu bph dan gas 950 ribu bph setara minyak pada RAPBN...
Tarif Rp8 KAI: 27.620 Tiket Diskon Terjual pada 17 Agustus
KAI memberlakukan tarif Rp8 untuk LRT Jabodebek dan sebagian Commuter Line pada 17 Agustus; 27.620 tiket dis...
Menkeu: Mekanisme Pembiayaan Mitigasi Bencana NTT Sudah Disiapkan
Pemerintah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk mitigasi dan penanganan gempa NTT, dengan dana BNPB sekitar...