Ekonomi

Temuan Uang Rupiah Palsu Turun, Kualitas Uang Membaik

Bagikan:
Uang rupiah kertas dengan fitur keamanan canggih dan desain modern

Bank Indonesia (BI)1 ppm pada 2025 atau sekitar satu lembar palsu per satu juta uang beredar. Pernyataan ini disampaikan Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, pada Kamis, 14 Mei 2026.

Penurunan Temuan Uang Palsu

Ricky menjelaskan angka temuan uang palsu menunjukkan perbaikan dibandingkan sebelumnya. Pada periode sebelumnya, temuan berada di angka sekitar 5 ppm. Penurunan menjadi mendekati 1 ppm dinilai sebagai capaian besar.

"Sebelumnya, temuan uang palsu sebanyak 5 ppm atau lima lembar uang palsu per 1 juta uang beredar. Jadi penurunannya luar biasa,"

Penyebab: Sinergi Lembaga dan Peningkatan Kualitas

Menurut BI, penurunan temuan uang palsu tidak lepas dari dua faktor utama: koordinasi antar lembaga dan kualitas fisik uang yang semakin baik. Perbaikan itu mencakup komposisi bahan, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang lebih modern.

Ricky menambahkan pengakuan internasional turut memperkuat klaim kualitas uang rupiah.

Penghargaan Internasional

Uang rupiah emisi 2022 mendapatkan penghargaan Best New Banknote Series pada ajang Currency Award ke-17 tahun 2023 yang diselenggarakan oleh International Association Currency Affairs (IACA). Penghargaan ini menunjukkan desain dan fitur keamanan yang diapresiasi secara global.

Selain itu, pecahan Rp50.000 emisi 2022 meraih peringkat kedua dunia pada November 2024 sebagai salah satu uang pecahan paling aman dan sulit dipalsukan. Versi tertentu menobatkan pecahan ini sebagai World Most Secure Currency karena memiliki 17 unsur pengaman canggih menurut BestBrokers.

Upaya Penegakan dan Klarifikasi Keaslian

BI menegaskan komitmen untuk mendukung semua upaya pemberantasan uang palsu. Salah satu langkahnya adalah pemberian klarifikasi terhadap uang rupiah yang diragukan keasliannya melalui pemeriksaan tenaga ahli dan uji laboratorium.

"Komitmen itu kita wujudkan melalui pemberian klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya,"

Prosedur pemeriksaan dan penetapan keaslian dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang mata uang. Untuk memperkuat upaya ini, BI berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, BIN, dan Polri yang tergabung dalam Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal).

Implikasi dan Ke depan

Penurunan temuan uang palsu dan pengakuan internasional diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional. BI dan mitra penegak hukum diperkirakan akan terus memperkuat pengamanan fisik uang serta mekanisme deteksi untuk mempertahankan tren positif ini.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!