Lokal

Sergai Imbau Warga Pakai Masker karena Kabut Asap

Bagikan:
Wabup Sergai imbau warga memakai masker karena kabut asap kebakaran hutan

Sei Rampah, 15 Oktober — Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Dr. H Adlin Umar Yusri Tambunan mengimbau warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar karena kabut asap dari kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah itu.

Imbauan kesehatan dan langkah pencegahan

Wabup Adlin Tambunan meminta warga, terutama lansia dan bumil, untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan. Ia juga menyarankan langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap.

  • Gunakan masker saat keluar rumah.
  • Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Tutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan hindari membakar lahan atau sampah.
  • Segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala.

"Perbanyak minum air putih dan konsumsi mmakanan bergizi seimbang, tutup jendela dan pintu rumah untuk mengurangi masuknya asap serta jaga kebersihan lingkungan dan tidak membakar lahan dan sampah yang dapat memperparah kabut asap,"

Wabup juga mengingatkan gejala yang perlu diwaspadai, seperti batuk, pilek, sesak napas, iritasi mata, dan tenggorokan gatal. Ia menganjurkan warga untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami keluhan tersebut.

"Asap dapat menggangu, kesehatan dan jarak pandang, mari kita bersama-sama mencegah dan mengurangi dampaknya, jaga kesehatan, jaga lingkungan serta lindungi diri dan keluarga,"

Dampak pada aktivitas nelayan

Kabut asap juga berdampak pada aktivitas kelautan. Nelayan tradisional di Sergai memilih tidak melaut karena jarak pandang yang sangat terbatas. Kondisi ini berlangsung beberapa hari dan cenderung memburuk.

Ketua Serikat Nelayan Sumatera Utara (ANSU) Sergai, Irwan Syahril, mengatakan sebagian besar nelayan menunda melaut demi keselamatan karena jarak pandang hanya sekitar 150–200 meter. Nelayan yang tetap melaut umumnya menggunakan peralatan navigasi lengkap seperti GPS.

"Berhubung jarak pandang sangat terbatas hanya sekitar 150 meter hingga 200 meter sebagian besar nelayan tradisional Sergai memilih tidak melaut demi keselamatan, adapun nelayan yang tetap memutuskan melaut yang memiliki peralatan lengkap seperti GPS,"

Penutup: antisipasi dan harapan

Pemerintah daerah mengimbau agar masyarakat terus memantau informasi resmi dan menerapkan langkah pencegahan. Selain melindungi kesehatan keluarga, upaya kolektif seperti tidak membakar lahan akan membantu meringankan dampak kabut asap.

Diharapkan kondisi membaik dalam beberapa hari ke depan sehingga aktivitas masyarakat, termasuk dari sektor perikanan, dapat kembali normal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait