Lokal

Surya: Peresmian 232 SPPG Sumut Tak Boleh Hanya Seremoni

Bagikan:
Peresmian SPPG dan kegiatan MBG di Negeri Bayu Muslimin Simalungun

Simalungun, Sumut — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya meminta peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut tidak berhenti pada seremoni. Peresmian yang berlangsung Rabu, 14 Oktober, harus diikuti layanan konsisten dan perluasan hingga daerah 3T.

Peresmian dan cakupan SPPG

Peresmian di Simalungun merupakan bagian pembukaan serentak 1.400 SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 232 unit berada di Sumut, termasuk 59 unit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Tekanan pada konsistensi layanan

Surya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjangkau anak sekolah tanpa terhalang kondisi geografis. Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya soal peresmian fasilitas, tetapi kualitas pengelolaan serta konsistensi layanan setiap hari.

"Manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis," ujar Surya.

Prioritas BGN dan peran daerah

Kepala BGN Sudaryono menyatakan pembukaan 1.400 SPPG itu adalah tahap kedua. Tahap pertama mencakup 480 SPPG yang telah diresmikan di 16 provinsi wilayah timur.

Pada tahap kedua, BGN memprioritaskan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, khususnya daerah 3T. Sudaryono juga meminta keterlibatan aktif kepala daerah untuk mengawasi mutu fasilitas dan layanan.

"Kalau IPA dan fasilitas, higienis, tidak sesuai mohon rekomendasi disampaikan. Rekomendasi kepala daerah pasti menjadi acuan kami," kata Sudaryono.

Tinjauan fasilitas dan respons masyarakat

Usai peresmian, Wagub Surya meninjau fasilitas SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin di Tapian Dolok, mulai dari ruang ompreng, ruang persiapan, hingga ruang memasak. Pemeriksaan ditujukan untuk memastikan kesiapan layanan pemenuhan gizi bagi siswa.

Kehadiran SPPG mendapat respons positif dari warga setempat. Nursiah Kurniati, orangtua siswa, menyambut baik program ini dan berharap anaknya makin bersemangat menyantap makanan bergizi di sekolah.

"Kalau di rumah anak-anak kan sudah makan. Kalau di sekolah makannya ramai kawan-kawannya, jadi tambah selera makan," ujar Nursiah.

Implikasi dan langkah ke depan

Pengoperasian SPPG secara berkesinambungan dan pengawasan daerah menjadi kunci agar program MBG berdampak nyata pada penurunan stunting. Ke depan, perlu pengukuran capaian dan perbaikan mutu layanan untuk memastikan akses gizi merata di seluruh wilayah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait