Politik

Peringati Bulan Bung Karno, DPRD Tulungagung Santuni 140 Warga

Bagikan:
Saiful Anwar menyerahkan santunan kepada warga di Desa Sukowiyono, Tulungagung

Tulungagung — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menggelar santunan bagi anak yatim dan fakir miskin di rumahnya di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Bulan Bung Karno 2026 dan menyasar warga yang dianggap kurang terlayani oleh bantuan pemerintah.

Pelaksanaan dan jumlah penerima

Kegiatan berlangsung di kediaman Saiful dengan protokol sederhana dan melibatkan warga setempat. Sebanyak 15 anak yatim dan 125 fakir miskin menerima santunan yang disalurkan pada hari itu. Menurut penyelenggara, penerima dipilih berdasarkan kebutuhan ekonomi dan kondisi keluarga di Desa Sukowiyono.

Motivasi dan nilai yang diusung

Saiful menyatakan program tersebut bagian dari upaya menghidupkan semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila di level desa. Ia menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai tanggung jawab wakil rakyat kepada masyarakat.

"Santunan kita berikan kepada 15 anak yatim dan 125 fakir miskin di Desa Sukowiyono,"

Lebih lanjut, Saiful mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga sarana menyampaikan pesan kemanusiaan dan mempererat hubungan antara DPRD dan warga.

Dampak bagi masyarakat lokal

Penyelenggara berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima, terutama mereka yang tinggal jauh dari jangkauan program pemerintah. Kegiatan semacam ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan solidaritas antarwarga dan memupuk rasa saling membantu.

"Santunan ini adalah bentuk kepedulian kami pada anak yatim dan fakir miskin yang rutin kami laksanakan di setiap momen tertentu,"

Prospek dan harapan ke depan

Saiful berharap kegiatan sosial ini berlanjut secara berkala sebagai bagian dari upaya memperkuat tali silaturahmi dan semangat gotong royong di desa. Keberlanjutan program dinilai penting agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat peran tokoh lokal dalam mengisi ruang sosial di luar program pemerintah. Dengan pendekatan kemanusiaan, diharapkan inisiatif serupa dapat direplikasi di desa lain untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait