Megawati Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei
JAKARTA — Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. Pesan itu disampaikan lewat rekaman video yang diputar di televisi pemerintah Iran pada awal Juli 2026, menjelang pemakaman Khamenei di Mashhad pekan ini. Megawati juga menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur damai dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Ucapan duka dan kenangan pribadi
Dalam rekaman, Megawati menyatakan bahwa wafatnya Khamenei merupakan kehilangan besar bagi bangsa Iran dan bagi mereka yang memperjuangkan keadilan serta kedaulatan. Ia mengenang pertemuan mereka di Teheran pada 2004 ketika Megawati menjabat Presiden RI.
"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa, dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,"
Megawati mengatakan ia terkesan oleh semangat dan kharisma Khamenei. Ia menyatakan figur ulama itu mengingatkannya pada sosok ayahnya, Bung Karno, yang kerap ia pelajari.
"Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno. Yang Mulia Ali Khamenei sejak muda telah mengenal, mengagumi, serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno,"
Penegasan sikap terhadap perdamaian
Selain menyampaikan belasungkawa, Megawati memanfaatkan momentum itu untuk menegaskan posisinya soal konflik global. Ia mengecam aksi kekerasan dan agresi bersenjata sepihak yang memperparah penderitaan warga sipil.
"Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,"
Ia menambahkan doa dan dukungan moral bagi rakyat Iran agar tetap bersatu menghadapi tantangan geopolitik yang memanas.
Dampak dan konteks
Kematian pemimpin tertinggi Iran menambah ketegangan geopolitik di kawasan dan dunia. Pemakaman di Mashhad dipandang sebagai momen penting bagi stabilitas internal Iran serta hubungan internasional. Pernyataan tokoh internasional seperti Megawati mencerminkan harapan bagi penyelesaian konflik melalui diplomasi.
Sementara laporan awal menyebutkan serangan udara sebagai penyebab wafatnya Khamenei, peristiwa ini memicu perhatian global terhadap risiko eskalasi. Pesan-pesan yang menyerukan hukum internasional dan dialog damai kini menjadi bagian dari respons diplomatik sejumlah pihak.
Megawati menutup pesannya dengan harapan agar rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, serta kebijaksanaan untuk melewati masa sulit ini.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hasto Desak Penegakan Hukum Tegas atas Karhutla di Kalimantan
Hasto Kristiyanto minta penegakan hukum tegas untuk pelaku karhutla di Kalimantan, termasuk korporasi yang m...
Hasto: Karhutla di Kalimantan Diduga Disengaja, Minta Penegakan Hukum
Hasto minta penegakan hukum tegas terhadap diduga pelaku pembakaran lahan di Kalimantan, termasuk korporasi...
Megawati Sampaikan 5 Pesan untuk Kader PDI Perjuangan Jawa Timur
Hasto Kristiyanto sampaikan lima pesan Megawati kepada kader PDI Perjuangan Jawa Timur saat konsolidasi di S...
Kampung Magersari Hidupkan Nuansa Jadul untuk Dongkrak UMKM
Kampung Magersari, Mojokerto, hadirkan pasar tempo dulu untuk menghidupkan UMKM, kuliner tradisional, permai...
Tiga Desainer Jatim Lolos Babak Nasional Fatmawati Trophy 2026
Tiga desainer Jawa Timur lolos ke babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah karyanya terpilih di final re...
Fatmawati Trophy Regional 8: Kader PDIP Jatim Pamerkan Desain Kebaya
Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Surabaya, 23 Agustus 2026; kader PDI Perjuangan Jawa Timur pamerkan d...