Lokal

Prabowo Dukung Konektivitas Pelabuhan Sabang–Andaman

Bagikan:
Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai gerbang maritim menuju Andaman dan Nikobar

Sabang, Aceh — Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penguatan kerja sama Indonesia–India, termasuk rencana konektivitas antara Pelabuhan Sabang dan Pelabuhan Andaman dan Nikobar. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Jakarta, Selasa (7/7/2026), dan mendapat respons positif dari wakil rakyat Aceh.

Pernyataan presiden dan konteks

Dalam pertemuan resmi dengan PM Narendra Modi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral melalui sektor strategis. Salah satu yang disorot adalah pengembangan konektivitas maritim yang menghubungkan Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Inisiatif itu dimaksudkan untuk memperkuat jalur perdagangan, logistik, dan kerja sama regional antara kedua negara.

Respons dari Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Aceh, Hasballah S.Ag, menyambut positif dukungan Presiden. Ia menilai ini sebagai sinyal kuat pengembalian posisi strategis Sabang pada peta pelayaran internasional.

"Ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Aceh, khususnya Sabang. Dukungan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa posisi Sabang kembali mendapat perhatian dalam agenda strategis nasional maupun kerja sama internasional,"

Hasballah menekankan kedekatan geografis Sabang dengan Andaman dan Nikobar sebagai keunggulan yang selama ini belum dimanfaatkan sepenuhnya.

Potensi manfaat ekonomi

Menurut Hasballah, konektivitas kedua pelabuhan berpotensi membuka jalur perdagangan, meningkatkan logistik, menarik investasi, dan mengembangkan pariwisata. Ia menyebut Sabang punya posisi strategis di pintu masuk Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Dengan konektivitas yang terwujud, Sabang berpeluang menjadi simpul logistik serta pusat distribusi untuk kawasan barat Indonesia.

Langkah yang diharapkan

Hasballah mendesak agar dukungan itu diikuti langkah teknis dan pembangunan infrastruktur. Ia menyerukan koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), dan pemerintah pusat.

"Jangan sampai momentum ini berlalu begitu saja. Semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, BPKS maupun pemerintah pusat harus bergerak bersama mempersiapkan berbagai kebutuhan agar Sabang benar-benar siap menjadi gerbang kerja sama Indonesia–India,"

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan, pelayanan kepelabuhanan, kemudahan investasi, serta penguatan kawasan perdagangan bebas agar Sabang mampu bersaing sebagai pelabuhan internasional.

Proyeksi dan penutup

Hasballah optimistis apabila rencana konektivitas terealisasi, Sabang tidak hanya menjadi pelabuhan transit, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai proyek ini dapat menarik investasi asing, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

"Dukungan Presiden Prabowo harus menjadi titik awal kebangkitan Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di kawasan Samudra Hindia. Ini adalah peluang besar yang harus dikawal bersama agar benar-benar memberikan manfaat bagi Aceh dan Indonesia,"

Realitas implementasi tersisa pada tindak lanjut teknis dan komitmen anggaran dari berbagai pihak agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait