DPR Dukung PRSU 50 Masuk Kalender Event Nasional
MEDAN — Komisi VII DPR RI memberi dukungan agar Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 masuk dalam kalender event nasional Kementerian Pariwisata. Dukungan disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII ke PRSU di Medan pada Kamis, 9 Juli. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berharap langkah itu memperkuat promosi budaya, pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan politik untuk agenda nasional
Komisi VII menilai usia emas PRSU menjadi momentum transformasi. Ketua tim kunjungan, Evita Nursanty, mendorong penyelenggaraan yang lebih profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
"Saya melihat ada semangat besar untuk menjadikan PRSU tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi sebagai ruang yang memiliki dampak ekonomi dan sosial yang luas,"
Evita meminta dibuat grand design 5–10 tahun agar PRSU berkembang menjadi pusat pameran, perdagangan, seni budaya, dan ekonomi kreatif yang menarik wisatawan serta investor.
"Ke depan PRSU harus berkembang menjadi pusat pameran, perdagangan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu menarik pembeli maupun investor dari luar negeri,"
Peran PRSU bagi budaya dan ekonomi lokal
Bobby Nasution menegaskan PRSU bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah yang menyatukan kekayaan budaya dan ekonomi kreatif Sumatera Utara. Ia menyoroti keberagaman etnis yang ditampilkan sebagai potensi promosi budaya.
"Di daerah lain mungkin hanya menampilkan satu jenis tarian, sedangkan di Sumatera Utara sedikitnya ada lima etnis yang ditampilkan... Keberagaman ini menjadi potensi besar,"
Bobby juga mengingatkan pemerintah kabupaten/kota untuk meninggalkan ego sektoral dan memanfaatkan paviliun daerah secara maksimal.
"Jangan ada ego daerah. Paviliunnya sudah ada, tetapi tidak dibuka atau tidak dimanfaatkan untuk mengenalkan daerah masing-masing kepada masyarakat,"
Penyelenggaraan dan capaian sementara
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, Very Indrawan, menyatakan PRSU ke-50 diikuti 33 paviliun kabupaten/kota dan satu paviliun negara sahabat. Seluruh penyelenggaraan berjalan tanpa APBD, melainkan melalui skema kemitraan.
"Sebanyak 75 persen konten acara diisi oleh putra-putri daerah sebagai bentuk komitmen menjadikan PRSU sebagai panggung utama bagi pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal,"
Sampai hari keenam, tercatat 25.447 pengunjung dengan nilai transaksi lebih dari Rp511 juta. Panitia juga memperbaiki layanan, mulai harga tiket hingga pengelolaan parkir untuk kenyamanan pengunjung.
Tinjauan paviliun dan langkah berikutnya
Usai pertemuan, rombongan meninjau sejumlah paviliun, antara lain Kabupaten Asahan, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Deliserdang. Komisi VII menyatakan siap memperkuat sinergi dengan kementerian terkait agar PRSU mendapat dukungan pemerintah pusat.
Anggota Komisi VII yang mendampingi kunjungan:
- Bane Raja Manalu
- Jamal Mirdad
- Eva Monalisa
- Arjuna Sakti
- Mohammad Toha
- Hendry Munief
Jika berhasil masuk kalender event nasional, PRSU diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Sinergi antar-pemangku kepentingan dinilai kunci untuk mewujudkan ambisi itu.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DLH Padanglawas Ubah Sampah Jadi Batako dan Pupuk
DLH Padanglawas menggunakan mesin pengolahan sampah di TPST Nagargar untuk menghasilkan batako dan pupuk dar...
Telkomsel Umumkan 6 Pemenang Beasiswa TEY, Lolos ke Perguruan Negeri
Telkomsel mengumumkan enam pemenang beasiswa TEY pada 9 Juli 2026; program mendukung siswa SMA berprestasi m...
Medan Terapkan QRESTO untuk Digitalisasi Pajak Restoran
Pemko Medan luncurkan QRESTO untuk memisahkan pajak otomatis pada tiap transaksi restoran, tingkatkan transp...
Imigrasi Tetapkan Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk Cegah TPPO
Imigrasi Lhokseumawe menetapkan Gampong Keude Geudong sebagai Gampong Binaan untuk memperkuat pengawasan dan...
Angin Kencang Rusak Toko dan Rumah di Samudera, Aceh Utara
Angin kencang 8 Juli merusak atap beberapa toko dan rumah di Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera; tida...
Revitalisasi Sekolah di Aceh Selatan Diduga Dipihakketigakan
Sejumlah sekolah penerima revitalisasi di Aceh Selatan diduga menyerahkan pekerjaan ke pihak ketiga dan dija...